Aparatur Pemerintah Dilarang Terlibat Politik Praktis

Ardiansyah Sulaiman; Masyarakat Silahkan Manfaatkan Hak Pilihnya

WAKIL BUPATI KUTIM
WAKIL BUPATI KUTIM

SANGATTA — Menghadapi perhelatan akbar dalam bidang politik, baik itu Pemilihan Gubernur  dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, maupun juga pelaksanaan pemilihan legislatif pada 2014 mendatang. Untuk itu Wabup Ardiansyah Sulaiman meminta kepada seluruh warga Kutai Timur untuk memanfaatkan hak pilihnya dan tidak menjadi Golpongan Putih (tidak menggunakan hak pilih, Red). Karena sebagai warga negara yang baik, setiap individu wajib menyalurkan aspirasinya kepada siapa yang dianggap terbaik. Hal ini dijelaskan oleh Ardiansyah Sulaiman, di sela-sela kunjungan safari ramadan yang dilakukan di beberapa kecamatan yang terletak di pedalaman Kutim.

“Bagi yang tidak memilih pemimpinnya, saya hanya bertanya. Apakah mereka hidup di daerah terebut atau daerah lain. Dia hidup di Republik Indonesia atau negara lain. Kenapa demikian, karena individu tersebut tidak memiliki pilihan. Sehingga sebagai warga negara yang baik, tentu kita wajib menyalurkan aspirasi. Seandainya semua calon itu baik, carilah yang terbaik. Seandainya semua calon itu jelek, maka cari siapa yang lebih kecil kejelekannya. Sehingga kepada seluruh masyarakat, agar mempergunakan secara baik hak pilihnya,” terang Wabup.

Namun disela-sela itu, Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah di Kutai Timur. Baik itu untuk yang menjabat ditingkatan pemerintah kabupaten hingga desa, untuk menjaga dengan baik prinsip sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat. Mengingat jabatan yang diemban oleh aparat pemerintahan bukanlah untuk mengedepankan kepentingan sebuah kelompok maupun golongan. Akan tetapi lebih pada pengabdian kerja pada seluruh masyarakat di Kutim. 

“Saya mewanti-wanti seluruh pejabat di Kutim, mulai pejabat tinggi hingga pejabat ditingkatan desa agar jangan terlibat politik praktis. Saya ingatkan lagi, agar jangan sekali-kali terlibat dalam kegiatan politik praktis. Karena anda nanti akan bertemu dengan aturan-aturan terkait pemerintahan. Mumpung perhelatan politik masih jauh, untuk itu saya ingatkan. Meskipun jabatan Bupati dan Wakil Bupati adalah jabatan politik, yang mewakili partai politik. Maka pada saat dia menjabat, maka Ia harus mengingatkan jajaran dibawahnya untuk tidak terlibat politik praktis,” tegas Ardiansyah Sulaiman.

Jika memang kemudian ada pejabat pemerintahan yang memang kemudian memiliki hasrat berpolitik yang besar dalam menyambut perhelatan politik akbar nantinya. Maka Wabup Kutim meminta kepada individu-individu tersebut untuk mengikuti aturan main. “Bagi yang memang ingin mengikuti kegiatan politik praktis, langsung saja mengikuti aturan main. Masuk partai politik, maka dipersilahkan meninggalkan tugasnya (meletakkan jabatan, Red). Mengingat tugas untuk mengabdi pada masyarakat, masih banyak yang dapat melakukkan tugas tersebut,” jelasnya lebih jauh. (kmf3)