Persiapan Pemberangkatan Haji Asal Kutim

===RAPAT PEMBERANGKATAN===  Kabagsos Setkab Kutim H. Herry Supriyanto (kedua dari kiri) memimpin rapat terkait persiapan pemberangkatan jamaah haji ke asrama haji Batakan Balikpapan. (RONALL/HUMAS)
===RAPAT PEMBERANGKATAN===
Kabagsos Setkab Kutim H. Herry Supriyanto (kedua dari kiri) memimpin rapat terkait persiapan pemberangkatan jamaah haji ke asrama haji Batakan Balikpapan. (RONALL/HUMAS)

SANGATTA;  Persiapan pemberangkatan 133 orang calon jamaah haji asal Kutai Timur, digelar pada Kamis (12/9) siang kemarin di ruang Arau kantor Bupati Kutim. Rapat tersebut dipimpin oleh Kabagsos Setkab H. Herry Suprianto, dalam pertemuan itu hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim H. Fahmi Rasyad, Kepala Satpol PP Sarwono Hidayat, pihak Dishubkominfo dan Polres Kutim. Keberangkatan calon jamaah haji sendiri akan dilakukan pada Senin (23/9) mendatang, dimana jamaah akan dilepas secara resmi oleh Pemkab Kutim dari Masjid Agung Sangatta.

Pimpinan rapat Herry Supriyanto menjelaskan bahwa pemberangkatan jamaah haji asal Kutim memang telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, agar memudahkan pihak panitia dalam mengatur agenda keberangkatan. “Dalam rapat yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait, maka pemberangkatan calon jamaah haji asal Kutim akan dilakukan pada minggu ketiga bulan September. Calon jamaah haji diminta untuk berkumpul bersama di Masjid Agung Sangatta sejak pukul 17.30, sebelum dilepas secara resmi oleh pemerintah. Kita terlebih dahulu melaksankan sholat maghrib dan isya secara berjamaah yang diiringi doa bersama, dengan harapan agar jamaah haji asal Kutim diberikan segala kemudahan oleh Allah SWT dalam melaksanakan ibadah haji nantinya,” terang Kabagsos Setkab Kutim.

Adapun pemberangkatan nantinya, jamaah haji akan berangkat secara bersama dengan menggunakan 3 unit bis dan 2 unit truck untuk mengangkat barang bawaan jamaah. Selain itu adapula 9 unit mobil, terdiri dari pihak Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polres Kutim yang akan mendampingi jamaah hingga ke asrama haji Batakan. “Insya Allah sebelum sholat shubuh pada Selasa (24/9), rombongan akan tiba di asrama haji Batakan. Selain itu pihak panitia juga menekankan pada pihak Dinkes agar mempersiapkan satu unit mobil ambulance untuk berjaga-jaga jikalau ada calon jamaah yang tiba-tiba sakit, agar dapat segera ditangani,” terang Herry Supriyanto dihadapan peserta rapat.

Usai rapat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim H. Fahmi Rasyad mengatakan total jamaah haji asal Kutim berjumlah 133 orang dan masuk dalam kloter 11, yang mana tergabung dengan calon jamaah hasi asal Kota Bontang dan Kutai Barat. Calon jamaah haji dari Kutim sendiri masuk dalam gelombang keberangkatan ke-II, sehingga usai dari Jeddah akan langsung berangkat menuju kota Mekkah. Dengan kata lain jamaah mengambil miqat (niat umrah dengan berihram, Red) di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia.

“Sudah saya sampaikan pula sebelumnya saat manasik haji, agar calon jamaah haji dapat menjaga kesehatan. Mengingat waktu jamaah berada di Mekkah untuk gelombang kedua cukup lama, yakni kurang lebih hingga 30 hari. Baru kemudian menuju kota Madinah. Saya juga meminta kepada jamaah haji dari Kutim agar tidak sering-sering melakukan ibadah sunnah umrah nantinya disana. Karena seringkali didapati jamaah selama menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji, mereka mengisi waktu dengan melaksanakan umrah, semisal mengambil miqat umrah di Tanim (Masjid Aisah, Red). Khawatirnya mereka nanti kecapekan lalu jatuh sakit, padahal pelaksanaan wajib hajinya belum dilakukan. Untuk itu jika memang hendak mengambil sunnah umrah, lebih baik dilakukan saat awal-awal berada di Mekkah. Agar tidak menganggu pelaksanaan haji yang merupakan ibadah wajib,” terang H. Fahmi Rasyad. (kmf3)