Tersangka AS Akhirnya Ditahan Polisi

Sangatta – Kepolisian Resort Kutim akhirnya menahan AS, tersangka penilep Bansos Pemkab Kutim. Penahanan, warga SP7 Kaubun ini setelah Polres menerima bukti kerugian negara yang dikeluarkan BPK Kaltim.

Kapolres Kutim AKBP Edgar Diponegoro menerangkan, berdasarkan audit BPK ada kerugian sebesar Rp525 juta. “Karena ada bukti kerugian negara, kepolisian sejak akhir Oktober tadi sudah menahan tersangka AS,” terang kapolres.

Bersama Kanit Tipikor Ipda Slamet R, disebutkan, modus penilepan Bansos Kutim tidak jauh berbeda dengan perbuatan yang dilakukan sejumlah oknum lainnya yakni membuat proposal  foktif.

“Semula tersangka mengaku hanya membuat lima proposal dengan nilai hanya tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah, namun berdasarkan audit ternyata kesemua proposal yang dibuat dan disampaikan ke Pemkab Kutim memang fiktif sehingga ada kerugian negara sekitar lima ratus juta dua puluh lima ribu rupiah,” jelas kapolres.

Berdasarkan pemeriksaan awal, timpal Kanit Tipikor Ipda Slamet R, dana Bansos yang diterima AS tidak sesuai peruntukannya tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi termasuk membeli sebuah mobil.

Slamet menambahkan, setelah semua proposal diselidiki ternyata semua saksi merupakan orang dekat tersangka. Namun, mereka tidak  mengerti apa yang dibuat AS yang dikenal sebagai ketua sebuah LSM di Kaubun ini. “Agar tidak memberikan pengaruh kepada saksi serta bisa menghilangkan barang bukti serta kabur, tersangka AS ditahan untuk dua puluh hari kedepan,” sebut Slamet.

Penahanan AS dan adanya dugaan kuat ada kerugian negara, Polres Kutim dalam beberapa hari kedepan melakukan pemeriksaan marathon kepada semua saksi. “Target kami, sebelum masa perpanjangan masa tahanan AS berkas sudah rampung untuk dilanjutkan ke Kajaksaan Sangatta,” terang Kapolres Edgar Diponegoro.

Mengenai adanya oknum lain diluar AS, mantan penyidik KPK ini mengakui tergantung pendalaman pemeriksaan. Ia mengakui, AS mengaku jika proposal yang ia buat memanfaatkan dana Bansos Aspirasi DPRD Kutim.(WK-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.