GMNI Mengecam Segala Bentuk Korupsi

anti korupsiSangatta – Memperingati Hari Anti Korupsi se Dunia, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sangata menggelar unjuk rasa damai. Aksi yang diawali dengan konvoi di Jalan Pendidikan ditandai dengan orasi sejumlah pentolan GMNI.

Setiba dipersimpangan empat Bappeda, dengan kawalan Polres Kutim, para aktivitas ini menggelar orasi beberapa menit. Dalam orasi yang disampaikan secara  bergantian, dengan mengenakan topeng serta sejumlah poster mereka mengecam segala bentuk korupsi yang merugikan rakyat.

“Tidak ada tempat bagi pejabat dan pegawai Pemkab Kutim yang terbukti korupsi, mereka harus diberhentikan karena telah merugikan rakyat,” kata Hendra Setiawan selaku Ketua GMNI Cabang Sangatta.

Setelah puas berorasi di jalan, demonstran langsung menuju Kantor Kejaksaan Sangatta. Di gedung Adhyaksa ini, mahasiswa kembali berorasi menyuarakan kebencian mereka terhadap korupsi yang marak di Kutim.

Namun, tidak berapa lama, civitas GMNI langsung diterima Kajari Didik Farkhan A SH dan pejabat lainnya. Mahasiswa meminta untuk melakukan dialog dengan kajari terkait dengan masalah korupsi yang marak terjadi dikutim.

“Kami GMNI Sangatta meminta, kejaksaan tidak berhenti mengusut kasus-kasus dugaan korupsi di Kutim karena korupsi menyebabkan kerugian bagi rakyat,” ujar Hendra.

Terhadap harapan civitas GMNI, Didik mengakui semua dugaan korupsi akan ditindaklanjuti termasuk yang disampaikan kalangan mahasiswa. Menurut Didik, kasus korupsi di Kutim terbilang tinggi sementara SDM di kejakasaan terbatas karenanya pengusutan sejumlah kasus berjalan belum maksimal.

“Warga masyarakat yang menduga atau mengetahui terjadinya korupsi silahkan melapor ke kejaksaan baik melalui website maupun sms, bahkan kedepan dalam pengusutan kasus korupsi kejaksaan akan melibatkan mahasiswa,” ujar kajari.

Didampingi Kasi Intel Dodi Emil Gazali, kajari menyebutkan semua penanganan pekara termasuk korupsi selalu dilansir melalui website sehingga masyarakat mengetahui dan bisa mengikuti perkembangannya.

Terhadap pelayanan Kejari Sangatta, kalangan civitas GMNI mengaku puas dan mereka berjanji akan aktif memberikan informasi penyalahgunaan APBD kepada kejaksaan.

“Kami sangat puas dan bangga dengan Kejaksaan Sangatta, semoga dengan aktifitas kejaksaan yang tinggi memerangi korupsi Kutim segera bebas dari tikus-tikus penilep uang rakyat,” ujar Hendra sebelum ke DPRD Kutim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.