Limbah CPO PT AG Diduga Cemari Sungai

SANGATTA – Limbah pengolahan kelapa sawit milik PT AG- sebuah perusahaan  ternama di Indonesia diduga telah mencemari  Sungai Muara Halok dan Long Melah Kecamatan Telen. Akibatnya, warga mengeluh dan kerap mengalami gangguan kesehatan.

Dugaan terjadinya pencemaran sungai ini, dikemukakan Awong (47) warga Long Melah Kecamatan Telen ketika mengadu ke DPRD Kutim, Rabu (11/12). Bersama sejumlah warga lainnya, ia menyebutkan limbah pembuatan CPO dibuang ke sungai tanpa melalui menyaringan sehingga selain menyebabkan gatal-gatal juga berkurangnya hasil tangkapan masyarakat karena ikan-ikan mati.

“Limbah dari  pabrik pengolahan pabrik minyak mentah kelapa sawit PT AG sangat membayahakan, karena warga yang mandi gatal-gatal dan ikan disungai juga mati,” ungkap Awong dalam pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Kutim diantaranya Ketua DPRD Alfian Aswad. u

Dalam pertemuan yang berlangsung keakraban, Awong yang dianggap sebagai juru bicara masyarakat menyebutkan keluhan masyarakat sudah disampaikan kepada pemerintah termasuk aparat berwajib namun tidak ada tanggapan.

“Ketika terjadi pencemaran sungai pada bulan Mei lalu, kami sudah  melaporkan ke berbagai pihak namun tidak ada tanggapan bahkan sampai sekarang sedangkan limbahnya terus dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Disebutkan, akibat pencemaran air sungai menjadi hitam pekat dan berbau seperti comberan karenanya warga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sungai sudah berubah warna menjadi hitam pekat dan baunya sangat menyengat ,” ujar Awong dengan nada emosi sambul membentangkan spanduk yang bernada menghujat PT AG.

Hal senada juga dilontarkan Martin (34) bahkan dengan nada keras ia meminta PT AG bertanggungjawab terhjadap kesehatan dan kerugian masyarakat. Menurut Martin, kedua sungai merupakan tempat warga masyarakat mengangtungkan hidup terutama untuk mandi dan minum.

“Kami minta PT AG dan   beberapa anak perusahaan yang berada diwilayah itu untuk bertanggung jawab,” sebut Martin.

Terpisah Camat Telen Thamrin dihubungi terpisah membenarkan dugaan pencemaran sungai akibat pengolahan CPO, namun ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti karena penelitian sudah dilakukan BLH dan Polres Kutim.(WK-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.