Manager Persikutim Minta PSSI Usut Mafia Wasit

Bontang, Warta Kutim.com – Manager Persikutim, Irwan Ridwan, menilai kepemimpinan wasit berat sebelah saat memimpin laga timnya menghadapi tim tuan rumah, FC Bontang, di Stadion Taman Prestasi Kota Bontang, kemarin.

Menurut pemuda asal Sangkulirang Kutai Timur itu, penalti yang didapatkan FC Bontang sangat tidak wajar, dan seolah-olah wasit ingin menyelamatkan tim tuan rumah dari kekalahan. “Intinya saya mengutuk persepakbolaan yang seperti ini. Dua kali sudah kami unggul, keduanya saat menghadapi tuan rumah. Selalu saja wasit menghalalkan segala cara untuk membantu tuan rumah menghindari kekalahan,” kata Irwan, usai menyaksikan laga Persikutim versus FC Bontang yang berkesudahan 1-1.

Irwan menambahkan, hukuman penalti yang diberikan oleh wasit  kepada timnya sangat tidak jelas. Dimana seorang pemain Bontang FC terjatuh dalam areal kotak penalti tanpa disentuh sedikitpun oleh pemain Persikutim. “Pemain FC Bontang terjatuh bukan karena pemain kami yang menjatuhkan. Ia terjatuh saat mencoba mengecoh pemain belakang kami. Dan itu sangat terlihat jelas bukan pelanggaran. Kok diberikan hadiah penalti,” ujarnya.

Dia menuturkan, di dua laga yang sudah dilakoni timnya, semua berakhir dengan hasil imbang dan mendapat dua kali hukuman penalti. Dia melihat di dua laga itu kepemimpinan wasit sangat buruk. Karena hal yang dianggap bukan sebuah pelanggaran, oleh keputusan wasit justru menjadi pelanggaran. Dan kejadiannya selalu berada di dalam kotak penalti.

Atas dua kejadian itu, Irwan mengutuk oknum wasit yang bertindak tidak adil di lapangan. Ia pun meminta PSSI untuk mengusut mafia-mafia wasit selama berlangsungnya Kompetisi Divisi Satu ini.

“Kalau begini akan mati persepakbolaan kita (Indonesia). Sia-sia tim yang sudah penuh dengan persiapan dan memberikan permainan terbaik, ini dibunuh dengan hasil kepemimpinan wasit seperti ini,” ungkap Irwan. (wal)

Editor : Sonny Lee Hutagalung

Respon (3)

  1. Bah..itu celana tua boss..
    Kami adalah korban dri kepemimpinan wasit yg lebih memihak tuan rumah..
    Klo mau di usut, usut dari bawah dulu.
    Contohnya turnamen antar desa di kec muara wahau…#parah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.