Pabrik CPO di Kutim Terus Bertambah

Ilustrasi (foto : mituspratamaconsultant.blogspot.com)
Ilustrasi
(foto : mituspratamaconsultant.blogspot.com)

Sangatta, Wartakutim.com – Pengembangan perkebunan khususnya kelapa sawit di Kabupaten Kutim merupakan program stategis guna mendukung sejuta hektare kebun kepala sawit Kaltim. Sektor ini merupakan salah satu prioritas pembangunan ekonomi yang dirancang sejak kabupaten ini berdiri. Hingga tahun ini luas tanaman sawit di Kutim sudah mencapai 307.368 hektare. Dari jumlah tersebut, 68.818 hektare di antaranya merupakan perkebunan rakyat. Beberapa perusahaan yang sudah beroperasi dan berproduksi juga terus membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) guna mendukung produksi minyak sawit di Kutim.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Akhmadi Baharuddin hingga saat ini di Kutim tercacat sudah berdiri 20 unit pabrik yang tersebar di beberapa kecamatan. Rencana masih sekitar 8 unit pabrik CPO lagi yang akan dibangun. Jika dikalkulasikan beberapa tahun ke depan, hasil sawit akan meningkat secara signifikan sebesar 120 persen. Selain itu, Kutim juga sudah memiliki dua unit pabrik kernel oil.

Akhmadi menyebutkan, produksi kelapa sawit pada tahun 2012 mencapai 2.498.530 ton dan saat ini telah menyerap tenaga kerja untuk perkebunan mencapai 61.149 orang.

Sekedar diketahui, belum lama ini Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Ardiansyah Sulaiman usai peresmian Pabrik Kelapa Sawit di wilayah Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun.

Ardiansyah mengatakan sesuai data Dinas Perkebunan Kaltim, tahun 2013 sekitar 77 Perusahaan Besar Sawit (PBS) mendapat izin lokasi dan akan mengembangkan lahan seluas 890.999,40 hektare. Selanjutnya 49 di antaranya merupakan Izin Usaha Perkebunan (IUP) dan 31 perusahaan menggunakan Hak Guna Usaha (HGU). Menurut dia, perkembangan pekebunan sawit memang tidak dapat langsung dirasakan hasilnya. Namun dalam waktu 5 tahun dan seterusnya akan memberikan kontribusi besar.

Menurut Ardiansyah Kesejahteraan masyarakat juga meningkat berkat pola kemitraan mandiri yang dirangkum dalam program percepatan pembangunan kebun plasma. Wabup menyebut pekebunan berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat dilihat dari faktor multiplier effect. Koperasi semakin tumbuh dan berkembang, aktivitas kerja sama bidang perkebunan antara perusahaan dan masyarakat terus meningkat, serta penghasilan masyarakat juga bertambah karena memiliki kebun plasma yang dikelola dengan sistem kemitraan. (kt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.