Kalah Alat Tangkap, Nelayan Asal Teluk Lombok Protes Nelayan Luar.

Ilustrasi (Ft : Radarbangka.co.id)

Ilustrasi (Ft : Radarbangka.co.id)
Ilustrasi
(Ft : Radarbangka.co.id)

Sangatta, wartakutim.com – Limpahan sumberdaya laut di perairan Teluk lombok Kutai Timur, menjadi primadona bagi nelayan luar untuk mencari ikan.

Namun Sejumlah nelayan asal Kutim, khususnya warga nelayan di dusun teluk lombok pantai dan dusun airport, desa sangkima memprotes keberadaan nelayan dari luar,yang mencari ikan di peraian Teluk lombok.

Protes warga tersebut di sampaikan oleh perwakilannya, oleh kepada kepala dusun teluk lombok pantai Samidai, (60)

“Kami minta pemda dan aparat untuk melarang nelayan luar masuk teluk lombok”kata Samidai, Kamis (17/5).

Dia menambahkan, setiap hari puluhan nelayan dari luar, terutama nelayan Bontang masuk wilayah mereka mencari ikan dengan menggunakan alat modern. Sedangkan nelayan lokan masih menggunakan cara cara tradisional.

Dikatakannya, mereka (Nelayan Luar) menggunakan perahu baguas dengan alat tangkap ikan yang sangat canggih, bahkan mereka menggunakan pukat sepanjang hingga tiga kilometer dibentangkan diperairan ini.

“Karena mereka menggunakan alat tangkap yang canggih, mengakibatkan nelayan lokal tidak berdaya”katanya dengan nada marah

Samidai ditemani Hasanuddin, nelayan dari dusun air port mengatakan, nelayan lokal merasa prihatin dengan maraknya nelayan dari luar khususnya Bontang.

Dikatakan,dibanyak titik di teluk lombok, puluhan “Rompong” alat tangkap tradisional nelayan atau sebuah tempat ikan bersarang yang terbuat dari bahan kayu dan dedaunan dipasang warga.

“Banyak rompong nelayan milik warga diganggu nelayan luar,sehingga ikan yang membuat sarang dan bertelur habis masuk jala mereka”ujarnya lagi.

Dia berharap pemkab dan pihak terkait agar mencari solusi, supaya nelayan luar menghentikan kegiatan di wilayah teluk lombok. “Jangan sampai nanti warga kehabisan kesabaran sehingga timbul hal – hal yang tdak baik antara warga dengan nelayan dari luar”Katanya***(AS/IA)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.