Presiden Menerbitkan Perpu untuk membatalkan UU Pilkada Tidak Langsung.

Pidato SBY | Foto : tempo.co
Pidato SBY | Foto : tempo.co
Pidato SBY | Foto : tempo.co

Jakarta, WARTAKUTIM.com – Persiden Republik Indonesia Susilo Bambang Hudhoyono (SBY) akhirnnya menerbitkan Sebuah Peraturan Pemerintah untuk membatalkan Undang Undang (UU) Pemilihan kepala Daerah Tidak Langsung yang belum lama ini di sahkan oleh DPR RI.

SBY mengakatan, pihaknnya sangat tidak setuju dengan disahkannya UU Pemilukada tidak langsung oleh DPR RI melalui pemungutan suara (Voting) pada 26 Oktober 2014 lalu.

“Terus terang saya tidak setuju atas keputusan tersebut. Saya tetep konsisten memilih pilkada langsung oleh rakyat dengan perbaikan perbaikan” Kata SBY, dalam pidatonnya di Istana Negara, Kamis (2/10) malam

Penerbitan Perpu itu, Lanjut SBY, pihaknnya sudah telah berkonsultasi dengan berbagai pihak diantarannya para ahli tata Negara. Untuk mengambil langkah konsutitusional demi menyelamatkan demokrasi dan kedaulatan rakyat.

“Saya menimbang berbagai opsi. Saya memutuskan menerbitan peraturan pemerintah penganti Undang Undang. Berkaitan dengan itu saya baru saja menanda tangani dua Perpu.” Katanya.

Lebih lanjut SBY menyebutkan, Pertama Perpu Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota. Menurut SBY perpu itu sekaligus mencabut UU nomor 22 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota yang mengatur pemilihan secara tidak Langsung oleh DPRD.

“Sebagai Konsekuensi dari penetapan Perpu pilkada secara langsung tersebut, maka untuk menghilangkan ketidak pastian hukum di masyarakat. Saya juga menerbitkan Perpu Nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang isinnya menghapus tugas dan wewenan DPRD untuk memilih kepala Daerah,”Sebutnya.

Diakuinya, kedua Perpu itu ditanda tangani sebagai bentuk nyata perjuangannya bersama rakyat Indonesia dalam mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung.

“Sebagaimana saya menyampaikan dalam beberapa kesempatan. Saya mendukung penuh pilkada langsung dengan perbaikan perbaikan yang mendasar. Meskipun saya menghormati pengambilan keputusan Terkait RUU pilkada di DPR RI yang memutuskan mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD ijinkan saya tetap berikhtiar demi kedaulatan rakyat serta demokrasi Rakyat, Oleh Rakyat, untuk Rakyat.”kata SBY

Wal

[poll id=”2″]