Bupati dan Wakil Bupati Turut Sumbang Hewan Qurban di Masjid Agung Bukit Pelangi

Panitia pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Sangatta nampak sedang membersihkan dan memotong kecil-kecil daging qurban, sebelum diserahkan pada para warga. (RONALL/HUMAS)
Panitia pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Sangatta nampak sedang membersihkan dan memotong kecil-kecil daging qurban, sebelum diserahkan pada para warga. (RONALL/HUMAS)
Panitia pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Sangatta nampak sedang membersihkan dan memotong kecil-kecil daging qurban, sebelum diserahkan pada para warga. (RONALL/HUMAS)

Sangatta, Wartakutim.com – Panitia Qurban Masjid Agung Bukit Pelangi Sangatta melakukan penyembelihan sebanyak 6 ekor sapi di hari pertama hari raya Idul Adha, Minggu (5/10).

Sapi-sapi tersebut berasal dari Bupati Isran Noor, Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman, Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI), dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kutai Timur. kegiatan penyembelihan hewan qurban dilakukan oleh pihak panitia di sekitar lokasi parkiran motor dengan bertutupkan tenda.

Panitia Qurban Masjid Agung Bukit Pelangi, H Burni menjelaskan bahwa hewan-hewan qurban tersebut akan dibagikan kepada warga-warga yang berhak menerima. Sistem pembagian hewan qurban sendiri menggunakan kupon, sehingga warga yang telah mendapat kupon dapat mengambil daging qurban yang telah dipotong serta ditimbang sesuai ketentuan agama.

“Ketentuan yang ada telah jelas, bagaimana syarat dan pembagian hewan qurban. Pertama setiap individu yang berqurban adalah orang yang mampu menyediakan hewan sembelihan dengan cara halal dan tanpa berhutang. Untuk jenisnya bisa unta, kambing, biri-biri, adapun untuk pihak kita sendiri adalah menggunakan sapi sebagai pilihan utama. Hewan qurban harus dalam keadaan sehat, selain itu telah cukup umur atau berkisar pada umur 5 tahun lebih. Untuk sapi dan kerbau dapat yang telah berumur 2 tahun. Daging kurban dibagi menjadi tiga, yakni satu pertiga untuk dimakan oleh yang berkurban, satu pertiga untuk disedehakan bagi kaum dhuafa, dan satu pertiganya kepada orang lain,” jelas Burni.

Panitia qurban untuk Masjid Agung Bukit Pelangi ada sekitar 25 orang, yang mana masing-masing dibagi dalam empat kelompok. Untuk kelompok pertama adalah bagian penyembelihan dan pengulitan hewan, lalu kelompok kedua adalah pemotongan daging bagian atas maupun bawah, kelompok ketiga adalah pengumpul dan penimbang bagian daging yang telah dipotong, kelompok keempat adalah kelompok yang jumlah anggotanya cukup banyak, dimana mereka bertugas untuk membagikan dan menyerahkan daging qurban yang telah di sembelih tadi.

Hasyim salah seorang panitia, nampak begitu asyik dengan tugasnya yang masuk dalam kelompok pemotong daaging bagian atas dan bawah. Menurutnya kegiatan pemotongan hewan qurban adalah inti dari peringatan hari raya Idul Adha atau yang dikenal sebagai hari raya qurban. Karena semangat berbagi dan merasakan nikmat makanan bergizi berupa daging, tentu sangatlah menyenangkan dan diresapi sebagai bagian dari peristiwa penting dalam Islam.

“Insya Allah hal ini menjadi berkah oleh semua pihak, apalagi kegiatan pemotongan hewan qurban tidak saja dilakukan di Masjid Agung Bukit Pelangi saja. Tetapi juga di seluruh masjid-masjid yang ada di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Belum lagi jika kita melihat secara langsung ke beberapa wilayah kecamatan baik di pedalaman maupun di pesisir Kutim, pasti ramai juga dengan aktifitas pemotongan hewan qurban. Sebagai warga Kutim kami mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati dalam pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan qurban,” jelasnya dengan bangga. (kmf3)