Pilgub Kaltim
oleh

Politikus Sepuh pun Dukung Rusmadi-Safaruddin

-Balikpapan, Berita, Politik-Dibaca : 1.026 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, BALIKPAPAN- Imam Munjiat, tokoh politik senior era Soeharto, lantang menyebut nama Rusmadi-Safarudin dalam sebuah acara silaturahmi tertutup dengan tokoh politik sepuh di rumahnya, Gunung Sari Ilir Balikpapan.

“Waduh pertemuan kita sampai menembus langit,” serunya, ketika serombongan kecil anak anak muda mengucapkan salam. Mengapa Imam menyeru dukung Rusmadi? Apa lantaran sesama Jawa? apa lantaran paslon nomor 4 yang, katanya, sudah diambang pintu kemenangan ini, didukung partai Banteng yang merupakan partai, tempatnya mengabdi nyaris tiga perempat usianya?

“Bukan sekadar itu, di penghujung usia saya, saya ingin melihat Kaltim benar-benar bermartabat. Tidak seperti sekarang kita disetir oleh komprador kapitalisme,” katanya, Rabu (30/5/2018).

Konsep program Dasacita yang dicanangkan oleh Imam Munjiat, katanya lahir dari sebuah perenungan pemikir Kaltim. “Saya yakin itu merupakan kolaborasi antara ekonom berbasis masyarakat dan politisi bermartabat yang punya hati,” katanya.

Program Kaltim membangun desa, misalnya, kata Imam sangat logis dan beralasan dengan mengalokasikan anggaran perdesa, kelurahan hingga sepuluh miliar rupiah hingga akhir periode kememimpinannya di Kaltim.

”Saya ngguyu kekel (tertawa ngakak-red) ada orang yang berani mengalokasikan dana desa dana perdesa pertahun satu triliun rupiah, memangnya duwike sopo,” kata imam sambil manahan tawa.

Lalu, kata Imam, Kaltim swasembada pangan. Seperti diketahui, katanya. Rusmadi adalah seorang planner, perencana yang merupakan komandan Bappeda Kaltim. “Dia itu cerdas dan memiliki konsep multi disiplin pengetahuan, sehingga kelak, dalam menata Kalimantan Timur tidak gagap, karena memiliki pemahaman, pengetahuan ilmu tata ruang,” ujarnya.

Kaltim Lestari, Kaltim Relijius, Kaltim Kreatif, Kaltim Mulus. “Apalagi coba yang tidak difikirkan oleh calon gubernur yang sempat diragukan ke Jawa-annya ini,” katanya.

Kaltim relijius, misalnya lagi. Kata Imam, mengagungkan asma Allah tidak sekedar kalimat Al-quran yang meluncur sejuk lewat mulut seorang pemimpin, “Akan tetapi taqbir dalam bentuk kerja, kerja tulus, iklas merupakan taqbir yang mampu menembus langit,” katanya. #4TimMedia

DOWNLOAD APLIKASI WARTAKUTIM

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">