Pemkab Kutim Diminta Benahi Beberapa Sektor
oleh

Aliansi Mahasiswa Kutim Menolak Lupa

-Featured-Dibaca : 1.052 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID – Hari Ulang Tahun Kutai Timur ke-19, yang jatuh pada Jum’at (12/10) lalu, disambut aksi Long March oleh puluhan orang mahasiwa dan mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kutai Timur. Aksi tersebut diikuti oleh beberapa elemen mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Sangatta (STAIS), BEM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER), serta beberapa elemen mahasiswa dan kepemudaan lainnya.

Koordinator Aksi Khaeruddin dalam aksi tersebut menuntut perihal yang dianggap penting, untuk dapat segera ditindak-lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Sorotan mahasiswa tersebut tertuju pada masalah pendidikan, lingkungan hidup, upah buruh hingga upah Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D), dan terakhir ialah soal perkembangan sektor pariwisata.

Hal yang menarik dari aksi tersebut ialah bagaimana Kutim yang terkenal dengan pertambangan batu-baranya, kemudian diingatkan agar melihat kondisi rill dilapangan. Terkait luka alias lubang tambang yang ditinggalkan begitu luar biasa, mengingat ada 29 perusahaan tambang yang berstatus produksi telah meninggalkan 86 buah lubang tambang besar. Aliansi Mahasiswa Kutim juga menegaskan bagaimana 101 Izin Usaha Pertambangan (IUP) diatas lahan seluas 700 ribu hektar sejak tahun 2012 lalu, turut merubah wajah hutan di daerah ini. Belum lagi soal pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan kelapa sawit, yang turut menggeser lahan pertanian rakyat, dimana petani perlahan-lahan jadi buruh harian lepas.

Walapun pesta HUT ke-19 telah usai beberapa hari lalu dan masyarakat terus kembali pada rutinitas biasanya. Namun semangat memperjuangkan momentum-momentum pada usia produktif daerah ini, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena usia Kutim sekarang bukan lagi menginjak gerbang kedewasaan, namun sudah harus melihat realita keadaan sebagai seorang pemuda atau pemudi yang berlari mengejar cita-cita besarnya, sembari menguatkan jiwa dan raga tentunya.

Aliansi Mahasiswa Kutim – Menolak Lupa

Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur, Abdul Manab saat ditemui wartakutim.co.id, menyebutkan bahwa “Menolak Lupa” itu ibarat mengingatkan dengan penuh rasa cinta pada daerah ini. Bahwa ada perihal-perihal yang harus dikerjakan dan dituntaskan dalam usia ke-19 Kutai Timur, agar saat memasuki usia ke-20 di tahun selanjutnya. Semua Pekerjaan Rumah (PR) dapat terselesaikan dan tidak boleh ditunda-tunda, karena ini tanggungjawab yang harus dipikul oleh Pemerintah Kabupaten.

Beberapa poin penting tersebut, sebaiknya segera dilakukan langkah kongkret agar kemudian membuat masyarakat makin mencintai daerah ini. Kutai Timur begitu luar biasa, jangan sampai hal-hal yang dianggap kecil pada saat ini kemudian diacuhkan begitu saja untuk dilimpahkan tanggung-jawabnya pada generasi mendatang. Lantas modal apa yang dimiliki generasi mendatang? Jika semua modal yang ada saat ini, tak dikelola dengan bijak.

“Selanjutnya bagaimana soal perbaikkan dunia pendidikan di Kutim, yang harus dipahami semua pihak, mengingat dunia pendidikan merupakan penghasil utama Sumber Daya Manusia di daerah ini. Persoalan kemudian belum dibayarnya gaji dosen-dosen STAI Sangatta juga merupakan problem yang harus ditangani dengan cepat. Mengingat ini bukan hanya soal perut seseorang yang tidak saja menanggung dirinya dan keluarga, namun berdampak pada ratusan mahasiswa-mahasiwi yang mendapatkan pengajaran dari dosen. Imbas yang kelihatannya sederhana, namun perlahan merusak kualitas dan kuantitas pengajaran,” jelasnya.

Lebih jauh Abdul Manab berharap, agar Kutim dapat lebih maju dan lebih baik kedepannya, langkahnya dimulai dari mana? Yakni dari sektor pendidikan, karena itu kunci utama untuk menjadikan Kutim bangkit dengan penuh kewibawaan sebagai daerah yang tidak saja kaya akan Sumber Daya Alam-nya, namun kaya akan pemuda-pemudi terpelajar serta berguna bagi daerah ini. (Jura)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">