oleh

Ibu Kota Negara, Mengapa Harus Kalimantan Timur?

-OPINI-Dibaca : 209 Kali

Tenggarong : Berbicara tentang Pemindahaan Ibu Kota bukanlah hal Mudah, Walaupun keputusan itu harus diambil oleh Pemerintah Indonesia, atas dasar pertimbangan demi masa Depan Indonesia dimasa 2030 yang akan datang,  Pemindahaan Ibu Kota Indonesia juga bukan hal baru bagi bangsa ini karena mengingat Pemerintah Indonesia Pernah melakukan Pemindahan Ibukota Selama tiga kali pada masa periode 1946 sampai dengan 1948, waktu itu atas dasar pertimbangan kolonialisme atau Penjajahan yang terjadi, dan pada Tahun 2019 ini adanya keseriusan Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia kembali menguat dan bahkan sudah hampir final, Keputusan tersebut didasarkan atas beberapa hal antara lain ; Ibu Kota Negara di Jakarta saat ini sudah tidak lagi refresentatif karena banyaknya jumlah penduduk  Data Tahun 2015 ada sekitar 3, 6 juta ratus Penduduk Pendatang di Ibu Kota Jakarta yang menjadi Penduduk Tetap, Meningkatnya jumlah kendaraan 1 Juta unit/ tahun, Masalah Banjir di Jakarta, Pemertaan yang terpusat di Jawa dll,.

Munculnya daerah Kalimantan sebagai Calon Ibu Kota Negara Indonesia baru mengantikan Jakarta sebagai tentunya melalui proses Kajian yang cukup panjang, dengan mempertimbangkan persyaratan diantaranya ;  Kepadatan Penduduk yang relatif rendah, Lahan yang masih sangat luas, Minim resiko bencana Alam dan Persoalan Kemanusiaan, Serta memenuhi persyaratan dari perspektif Pertahanan dan Keamanan Negara.

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan akan membawa Dampak Positif Diantaranya

Pertama ;  Akan mendorong Persebaran Penduduk dimana Penduduk Kalimantan hanya 7 Persen dari total Jumlah penduduk Indonesia, selanjutnya

Kedua ; Dampak lainnya adalah adanya Pemerataan Pembangunan ( Indonesia Centris )  dimana selama ini arah kebijakan pembangunan lebih terpusat di Jawa (Java Centris ) yang berakibat terjadinya kesenjangan Pembangunan di luar jawa seperti Kalimantan, pada hal Kalimantan merupakan daerah yang sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan negara Indonesia, hal ini tentunya sangat miris dalam perspektif Pemerataan Pembangunan di Indonesia,

Ketiga ;  Pemindahaan Ibu Kota ke Kalimantan akan memperbaiki iklim Investasi Nasional, di mana Kalimantan selama ini sebagai Pusat Investasi Nasional yang kaya akan Sumber Daya Alam, seiring dengan Pemindahan Ibu kota akan ada perubahaan Iklim Investasi diantaranya dengan mendorong Hilirisasi terhadap hasil Sumber Daya Alam , Penciptaan Nilai tambah hasil Sumber Daya Alam diharapkan  akan membawa dampak yang positif terhadap pendapatan daerah,

Keempat ; Pemindahaan Ibu Kota akan semakin mempererat persatuan dan kesatuan bangsa ini . Disisi  lain Pemindahaan Ibu Kota ke Kalimantan juga akan membawa dampak ikutan yang harus di pertimbangkan seperti Perencanaan Pembangunan wilayah Ibu kota yang mengunakan Anggaran yang relatif besar harus di lakukan secara tepat guna dengan persiapan yang matang di bebagai aspek termasuk di dalamnya adalah keterlibatan Pemerintah Daerah dan Masyarakat yang ada di  Kalimantan    

Di pilihnya Pulau Kalimantan menimbulkan spekulasi besar karena tidak munculkan secara spesifik wilayah Kalimantan bagian mana,  bisa saja Kaltim , dan bisa saja Kalteng, atau daerah Kalimantan lainnya seperti Kalsel, dan Kalbar, kalo mau di dalami lagi kesiapan antar wilayah di Kalimantan tersebut tentunya harus diliat  diantaranya  ; Ketersediaan Infrastruktur, Transportasi jalan dan Udara, Ketercukupan air bersih, Ketersediaan Listrik, dan adanya saluran Pembuangan, Serta  hal lainnya yang  tidak kalah mendukung  seperti  ; Laju pertumbuhan ekonomi di daerah, jumlah penduduk, serta ketersediaan akan kebutuhan Pusat Pemerintahaan. Atas dasar tersebut kiranya tidak berlebihan jika ada daerah yang menyatakan lebih layak menjadi Ibu Kota Negara di bandingkan daerah lainnya di Kalimantan.  Penentuan Propinsi tersebut bukannya hal mudah dan tanpa sebab mengingat bahwa jika sudah di putuskan maka pertaruhnya adalah ; Pemindahaan Ibu Kota akan membawa Dampak yang Positif bagi Kemajuan Bangsa di mata Dunia, Bagaimana dengan Kaltim  Jika mengingat persyaratan tersebut diatas , Kaltim sangat mempunyai potensi untuk Menjadi Ibu Kota Negara karena dari persyaratan diatas  Kaltim sangat di unggulkan  mengingat jika Kaltim di pilih akan mengurangi belanja Pembangunan dari Negara yang sudah mengalokasikan dana sebesar 466 Triliun untuk Pemindahaan Ibu Kota Negara, akibat belanja Pembangunan wilayah Baru Ibukota lebih sedikit di banding daerah lainnya di Kalimantan, dimana Katim lebih diunggulkan dari sisi tersedianya Infrastruktur, dll yang note benenya Pemerintah Pusat akan di Untungkan pada sisi Pembiayaan yang cukup menguras Anggaran Negara . (Erwinsyah Rektor Unikarta )

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">