oleh

“Specialized Surface Sandtrap”, Inovasi Pekerja Pertamina EP Jaga Produksi Minyak Sangatta

SANGATTA – Sangatta Field adalah salah satu lapangan penghasil migas sudah terbilang tua di Pulau Kalimantan. Kegiatan pemboran eksplorasi dan eksploitasi sudah dilaksanakan sejak era kolonial Belanda. Kegiatan pemboran eksplorasi pertama kali dilakukan di tahun 1939 pada kedalaman 1.348 meter dengan nama sumur ST-01.

Sebagai salah-satu lapangan minyak dan gas (migas) milik PT Pertamina EP, dimana PT Pertamina EP (PEP) merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam ekplorasi dan exploitasi migas di nusantara. Sangatta Field mempunyai 2 wilayah kerja yaitu Area Sangatta dan Area Semberah.

Sustainability produksi migas merupakan priotitas utama bagi PEP Field Sangatta, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja. Demi menjaga keberlangsungan produksi, PEP Sangatta Field sudah berhasil melakukan banyak terobosan dan inovasi . Salah satu inovasi yang dilakukan yaitu memperpanjang lifetime sumur produksi (Sucker Rod Pump) dengan menggunakan alat Specialized Surface Sandtrap atau disingkat dengan S3.

Anggun Yogi Pamungkas anggota tim inovasi penemu S3 dari Pertamina EP mengungkapkan bahwa inovasi S3 muncul dikarenakan tipikal tanah di Sangatta Field khususnya di Area Semberah adalah loose sand. Yang mana tipikal tanah tersebut sangat mudah tergerus aliran fluida, sehingga pasir akan rontok dan ikut terporduksi bersama minyak ke permukaan.

“Jika pasir ikut terproduksikan bersama aliran, maka dapat menghambat laju aliran minyak dan merusak pipa. Malah beberapa kasus dapat mengakibatkan kebocoran pada pipa,” terang Yogi saat diwawancara wartakutim.co.id

Lebih jauh diterangkan lelaki penemu S3 ini, bahwa ini adalah alat sandtrap vertikal dengan desain yang dibuat khusus untuk memisahkan pasir yang ikut terproduksi bersama aliran fluida. Berbeda dengan sandtrap yang ada di pasaran, S3 dipasang pada flowline produksi dengan desain khusus agar pasir terpisah dan dengan mudah dapat dikeluarkan dari aliran fluida produksi.

Sementara itu, Hanif Setiawan Sangatta Field Manager mengungkapkan bahwa PT Pertamina EP mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan pekerjanya. Hanif menjelaskan bahwa S3 mampu memperpanjang lifetime sumur yang sebelumnya hanya 9 bulan menjadi lebih dari 18 bulan dan masih terus beroperasi hingga saat ini tanpa kendala.

“Dampak positif lainya yang muncul dari inovasi S3 ini adalah sudah tidak ada perbaikan jalur produksi karena penyumbatan pasir. Dengan adanya inovasi S3, diharapkan dapat membantu operator migas lain, yang memiliki permasalahan serupa,” harapnya. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">