oleh

Smart City! Waktunya Ekonomi Kutim Bangkit di Era Digital

SANGATTA – Ketua Komisi D Bidang Kesejahteran Rakyat (Kesra) DPRD Kutim Maswar Mansyur mendorong dan mendukung terlaksananya “Smart City” di Kutai Timur, hal ini harus dimaksimalkan oleh daerah dalam rangka mendukung konektivitas pengembangan kawasan ekonomi serta pelayanan publik berbasis era 4.0 di daerah.

Seperti halnya dalam kegiatan launching fasilitas internet gratis pendukung program smart city, yang digabungkan dengan acara peresmian kawasan smart city berupa sirkuit gocart, panjat tebing, arena bermain anak, fitness outdoor, hingga arena x game. Yang digelar Pemkab Kutim, terkhusus Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik), pada Jum’at (15/11) pagi di Polder Air Ilham Maulana.

“DPRD Kutim tentu amat mendukung program smart city, mengingat program yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ini telah memiliki 100 smart city, dimana angka ini pasti bertambah dengan signifikan. Untuk itu sudah sewajarnya Pemkab Kutim melalui Diskominfo Perstik, harus menggasnya dilapangan. Apalagi tidak saja satu Kementerian yang mendukung perihal ini, namun juga didukung oleh Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas,” ujarnya saat ditemui wartakutim.co.id.

Maswar mengingatkan bahwa pembangunan di daerah memerlukan solusi cerdas yang saling terhubung antara daerah satu dengan daerah lainnya, desa satu dengan desa lainnya, makin memotong jarak dan waktu, dan mempermudah pelayanan pada masyarakat. Untuk itulah diperlukan investasi besar berupa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang sanggup merespon dengan baik dan bijak era globalisasi dan digitalisasi saat ini.

“Smart City tidak hanya berbicara tentang kota atau kabupaten pintar dengan segala daya dukung teknologi, namun juga harus membawa sebuah pesan utama untuk kemanusian. Yakni indeks kebahagiaan manusia dalam smart city itu sendiri, jadi memang penting untuk saling bahu-membahu menyiapkan SDM-SDM tangguh di era digitalisasi ini agar tidak tergerus arus zaman, namun harus menjadi pemain-pemain utama dalam perubahan dunia,” tegas politisi muda Partai Golkar ini.

Lebih jauh Ketua Komisi D DPRD Kutim menambahkan, dengan segala dukungan dari pemerintah pusat melalu pembangunan infrastruktur komunikasi dengan kemasan Smart City. Maka tidak ada lagi alasan untuk daerah ini, memperlambat kemajuan ekonomi berbasis digital hingga ke desa-desa.

“Artinya masyarakat di Kutim memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang, dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memajukan daerah. Maupun meningkatkan implementasi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui smart city,” ungkapnya. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">