oleh

Anggota DPRD Kaltim, Siap Perjuangakan Aspirasi Masyarakat Kaubun

SANGATTA – Terkait adanya kabar mengenai protes masyarakat di Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur. Terkait penanaman pohon pisang di tengah-tengah jalan, sebagai bentuk aksi protes terhadap akses jalan yang tidak layak.

Siti Rizki Amalia anggota DPRD Kaltim dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku telah mendengar kabar tersebut, untuk itu dirinya akan mencari tahu mengenai informasi lengkap dilapangan terkait apa yang diharapkan oleh masyarakat.

“Saya cari tahu dulu informasi lengkapnya soal masyarakat kaubun itu. Kondisi riilnya bagaimana? Sehingga dapat kita perjuangkan lewat parlemen mengenai anggarannya,” terangnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim yang membidangi masalah keuangan, lulusan fakultas ekonomi dan bisnis Unmul tahun 2013 itu mengatakan kehadirannya di parlemen untuk memperjuangkan anggaran pembangunan masyarakat di daerah pemilihannya. Mulai dari Kutai Timur, Berau dan Bontang. Termasuk masalah yang dialami oleh warga Kaubun di Kutai Timur, menjadi catatannya untuk diperjuangkan.

“Saya mengupayakan anggaran perbaikan seluruh dermaga, karena itu juga membantu disektor pariwisata. Dan yang kedua infrastruktur. Jadi kita akan fokus ke jalan-jalan desa dan kecamatan,” ungkap ibu muda ini.

Saat ditanya apakah akses jalan di Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun bisa masuk skala prioritas perjuangannya, Amalia mengatakan bisa saja masalah jalan tersebut jadi skala prioritasnya. “Ya bisa jadi,” singkatnya.(Ima/Arso)