oleh

Tanah di Pinggiran Sungai Kelinjau Rawan Longsor

-Berita Pilihan, Kecamatan-Dibaca : 496 Kali

SANGATTA – Tanah dibantaran Sungai Kelinjau, Kecamatan Muara Ancalong rawan longsor akibat pergerakan tanah yang merupakan imbas dari derasnya aliran air di sungai tersebut. Hal ini terlihat dari amblesnya tanah yang berada dipinggiran sungai, dengan jarak antara 3 hingga 4 meter dari bibir sungai.

Kondisi ini sudah terpantau lama, mengingat sejak dulu di sepanjang bibir sungai diketahui merupakan daerah yang rawan longsor serta seringkali banjir jika air meluap alias pasang ditambah dengan curah hujan yang tinggi.

Belum jika daerah Muara Wahau hingga Muara Bengkal mengirimkan air limpahan hujan, ke kawasan Muara Ancalong. Sudah dapat dipastikan banjir besar akan merendam kecamatan tersebut, mengingat daerah ini merupakan daerah rendah yang pasti jadi tempat penampungan aliran air dari daerah hulu maupun yang lebih tinggi tofografisnya.

Juliansyah salah-satu warga desa Kelinjau Ilir mengaku jika dalam tahun ke tahun, longsor yang terjadi di sepanjang bibir sungai Kelinjau amat signifikan jumlahnya alias makin melebar dan mendekati rumah-rumah warga.

“Dari tahun ke tahun, semakin banyak kejadian longsor memakan rumah-rumah warga yang berada di pinggiran sungai. Untuk itu kami berharap ada perhatian dari Pemerintah, mengenai perihal ini. Mengingat daerah ini merupakan daerah yang rendah secara tofografinya,” ungkap Juliansyah.

Sementara itu Mutholib warga lainnya, berharap agar ada upaya pengentasan masalah terakit adanya kerawanan akan bahaya tanah longsor pada masyarakat di Kelinjau Ilir. Bagaimanapun ketika longsor terjadi yang kesulitan pasti warga, mengingat banyak rumah yang berada di pinggiran sungai.

“Kami berharap ada penyelesaian yang dilakukan pihak-pihak terkait, agar ada upaya pembenahan atas persoalan longsor tersebut. Kami yakin pihak pemerintah dapat melakukan upaya dini, agar perihal ini tidak terus berlanjut,” terangnya. (Ndra)