oleh

Bincang Santai, Mahyunadi Dengan Berbagai Komunitas di Kutai Timur

-Berita Pilihan, Featured-Dibaca : 380 Kali

SANGATTA –Memang baik jadi orang baik, namun teramat penting jadi orang baik yang bermanfaat untuk orang banyak,” itulah petikan kata-kata yang ditekankan oleh Mahyunadi saat membukan acara bincang santai yang berlangsung pada Selasa (11/2/2020) malam kemarin di Town Hall Sangatta.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan orang dari berbagai komunitas seni, musik, budaya, pedagang, profesi, dan satra tersebut berjalan meriah, sembari diiringi oleh kegiatan tanya jawab hingga penampilan musik dari The Next Band tersebut. Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kutim Nasrudin Arsyad dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim Munir Perdana, Mantan Kasatpol Kutim Sarwono Hidayat, serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Mahyunadi pernah sekolah di SMEA Negeri Tanjung hingga kelas dua, dirinya terpaksa putus sekolah karena usaha Ayahnya yakni Mansyur Mante pailit di Sangatta. Tentu hal ini membuat dirinya kemudian membantu keluarga untuk mencari rezeki dengan berkerja serabutan.

Menikah pada tahun 1994, dan selang setahun berikutnya kemudian memiliki anak. Mahyunadi bahkan harus berburu hewan alias menjadi pemburu, untuk menghidupi anak istrinya, karena tidak mungkin masuk ke perusahaan tambang sekelas PT Kaltim Prima Coal mengingat tidak memiliki izasah setingkat SMA.

“Pagi hari bikin ramuan untuk senjata, masa itu bebas belum seperti saat ini. Sore kemudian naik ojek menuju ke Gereja yang berada di Gg Sepakat. Dulu wilayah itu belum seperti sekarang, masih hutan. Dan jangan bayangkan Bukit Pelangi sudah seperti sekarang, dibayangan masyarakat saja tidak ada, karena belum ada. Kenapa ini saya ceritakan, bahwa itulah perjuangan hidup,” ungkapnya menertawakan kisah hidupnya sendiri.

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">