oleh

Wartawan Wajib UKW, Ibarat SIM Wajib Dimiliki Pengendara Motor

-Berita Pilihan, Ragam-Dibaca : 344 Kali

SANGATTA – Ibu Kota Negara dan Peran Media Lokal merupakan isu penting bagi seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, hal ini diakui Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi. Utamanya bagaimana para narasumber juga dapat memahami, apa hakikat utama tugas sebagai wartawan. Wartawan memiliki kode etik jurnalistik dan etika bahasa yang benar, dimana juga harus kompeten dan bukan profesi sembarangan.

“Uji Kompetensi Wartawan adalah wajib diikuti oleh wartawan sebagaimana yang ditekankan oleh Dewan Pers. Untuk itu kita terus memberikan pemahaman kepada wartawan untuk ikut UKW, agar berkompeten. Sehingga profesi wartawan benar-benar terjaga dengan adanya profesionalisme,” ungkap Ketua PWI Provinsi Kalimantan Timur.

Dewan Pers mewajibkan adanya verifikasi wartawan, agar menjadi perlindungan baik untuk wartawan dan perusahaan media. Jika ada yang mengaku wartawan lalu kemudian bermasalah terkait produk jurnalistik yang dikeluarkan atau diterbitkan, tentu hal ini menjadi tanggung jawab pribadi bukan masuk dalam perlindungan Dewan Pers.

“Tidak terverifikasi dalam uji kompetensi wartawan, itu sama dengan menggali lubang kubur sendiri, ketika ada kesalahan informasi maka akan dituntut dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE, red), jelasnya.

Perlu pembaca ketahui jika wartawan media cetak dan online wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), mengingat hal ini diwajibkan oleh Dewan Pers. Ibarat pengguna kendaraan bermotor, walaupun bisa mengendarai motor tetapi tidak memilki SIM tetap menyalahi aturan main.

Adapun organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), diluar ketiga organisasi tersebut tidak diakui oleh pihak Dewan Pers. (Arso)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0