oleh

Warga PDP yang Meninggal Dunia Ternyata Bukan Akibat Covid 19. Ini Penjelasannya

-Berita Pilihan-Dibaca : 3.064 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA, Hasil swab PCR Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan meninggal dunia pada 30 April 2020 dinyatakan negative.

Hal ini diungkapkan Kepada dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani kepada awak media ketika ditemui di kantor BPBD Kutim di Jalan Soekarno Hatta pada, Selasa (12/05/2020) Siang.

“Hasiln tes Swab sudah keluar pasien PDP yang meninggal pada beberapa waktu lalu. Hasil PCR nya negative. Artinya almarhuma meninggal dunia bukan karena kasus Covid 19 atau corona,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, warga PDP yang meninggal dunia tersebut saat dilakukan Rapid tes sebanyak dua kali tes hasil reaktif. Namun, ketika di lakukan tes Swab hasil PCRnya negatatif.

“Hal ini banyak terjadi, saat dilakukan rapid tes hasilnya reaktif. Begitu hasilnya reaktif harus dibuktikan dengan tes Swap PCR, Karena tes Swap untuk virus Corona. Sementara Rapid tes hanya scanning saja, jadi jika hasilnya reaktif baru di lakukan tes PCR. Belum tentu reaktif saat Rapid tes belum tentu positif virus corona,”jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, hal tersebut terjadi pada dokter Okta yang pernah heboh di masyarakat. Ketika dilakukan rapid tes hasilnya reaktif sementara saat di tes PCR hasilnya negative.

Selain itu juga terdapat 3 pasien PDP yang dirawat di RSUD Kudungga reaktif Rapid tes dan hasil PCRnya negative. Mereka sudah dipulangkan dan pasien tersebut tidak bisa dinyatakan sembuh karena tidak terpapar Positif corona. (WAL)

DOWNLOAD APLIKASI WARTAKUTIM

Kutim Zona Merah, Ini Kata Bupati Belum Usulkan PSBB Ke Pemprov Kaltim

News Feed