oleh

Kabiro Humas Setda Kaltim Beberkan Kondisi Wagub Yang Terpapar Positif Covid 19

-Berita Pilihan-Dibaca : 499 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SAMARINDA – Beredarnya kabar di sejumlah media sosial terkait Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi terpapar Virus Corona, Kepala Biro Humas Setda Kaltim, M Syafranuddin, Rabu (15/7) membenarkan. Namun Wagub Hadi Mulyadi, tidak masuk karantina atau dirawat di RS Karantina karena tidak berat dalam artian  kondisinya masih sehat, tidak demam dan mengalami hal-ha lain seperti gejala orang terpapar Virus Corona.

Kepastian Wagub Hadi Mulyadi terpapar virus Corona, setelah Wagub Hadi Mulyadi melakukan pengecekan kesehatan rutin,  selain itu, akan menemi istrinya untuk menjalani operasi teroid di RSU AW Syahrani Samarinda.

Terkait dimana dan kapan Wagub Hadi Mulyadi terkena virus Corona, diakui  sangat sulit dipastikan.Namun, dalam catatan Biro Humas, Wagub Hadi Mulyadi dalam sepekan terakhir kegiatan di luar yakni pada penggalangan dana selebihnya di kantor  serta mewakili Gubernur Kaltim pada rapat paripuran DPRD Kaltim terkait pengesahan Raperda LKPJ Pemprov Kaltim  menjadi Perda, kemudian beberapa kegiatan dilakukan dengan cara Vicon.

Diakui, Wagub Hadi Mulyadi sejak dimulainya relaksasi di Samarinda, cukup banyak menerima tamu dan  semua tamu aktif menerapkan protokol kesehatan. Setiap tamu,  sebelum masuk ruangan kerja Gubernur atau Wagub diperiksa suhu badan,  wajib membersihkan tangan dengan handsanitizer, serta memakai masker. Bahkan jika ada yang tidak membawa masker, disediakan masker gratis namun jika stok habis dengan terpaksa ditolak. “Hanya saja, ada saja tamu pada saat berbicara tanpa sadar membuka masker,” terang Ivan.

Diakui, dalam kondisi tertentu, pejabat Pemprov Kaltim seperti gubernur, wagub dan sekda sulit menghindari jika ada masyarakat yang ingin bertemu. Sementara dalam pertemuan itu, warga masyarakat kerap tidak menerapkan protocol kesehatan seperti tak memakai masker, dalam jarak dekat. “Jika begini serba salah,namun apa yang dialami Wagub ini akan menjadi pelajaran kedepan,” terang pria yang akrab disapa Ivan ini.

Apa yang dialami Wagub Hadi Mulyadi, terangnya, membuktikan siapa  saja bisa terpapar Virus Corona meski sudah ketat menerapkan protocol kesehatan. Kepada masyarakat yang merasa pernah bertamu degan Wagub Kaltim, Pemprov Kaltim memohon maaf dan kedepannya Pemprov akan melakukan pengetatan dalam berinteraksi meski Samarinda sudah masuk fase ketiga relaksasi.

“Pengetatan yang dilakukan, mohon dimaklumi jangan diartikan pemerintah tidak mau melayani masyarakat tetapi semata –mata  mencegah penyebaran Virus Corona di Kaltim dan kesehatan bersama,” beber Ivan.*

Beredarnya kabar di sejumlah media sosial terkait Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi terpapar Virus Corona, Kepala Biro Humas Setda Kaltim, M Syafranuddin, Rabu (15/7) membenarkan. Namun Wagub Hadi Mulyadi, tidak masuk karantina atau dirawat di RS Karantina karena tidak berat dalam artian  kondisinya masih sehat, tidak demam dan mengalami hal-ha lain seperti gejala orang terpapar Virus Corona.

Kepastian Wagub Hadi Mulyadi terpapar virus Corona, setelah Wagub Hadi Mulyadi melakukan pengecekan kesehatan rutin,  selain itu, akan menemi istrinya untuk menjalani operasi teroid di RSU AW Syahrani Samarinda.

Terkait dimana dan kapan Wagub Hadi Mulyadi terkena virus Corona, diakui  sangat sulit dipastikan.Namun, dalam catatan Biro Humas, Wagub Hadi Mulyadi dalam sepekan terakhir kegiatan di luar yakni pada penggalangan dana selebihnya di kantor  serta mewakili Gubernur Kaltim pada rapat paripuran DPRD Kaltim terkait pengesahan Raperda LKPJ Pemprov Kaltim  menjadi Perda, kemudian beberapa kegiatan dilakukan dengan cara Vicon.

Diakui, Wagub Hadi Mulyadi sejak dimulainya relaksasi di Samarinda, cukup banyak menerima tamu dan  semua tamu aktif menerapkan protokol kesehatan. Setiap tamu,  sebelum masuk ruangan kerja Gubernur atau Wagub diperiksa suhu badan,  wajib membersihkan tangan dengan handsanitizer, serta memakai masker. Bahkan jika ada yang tidak membawa masker, disediakan masker gratis namun jika stok habis dengan terpaksa ditolak. “Hanya saja, ada saja tamu pada saat berbicara tanpa sadar membuka masker,” terang Ivan.

Diakui, dalam kondisi tertentu, pejabat Pemprov Kaltim seperti gubernur, wagub dan sekda sulit menghindari jika ada masyarakat yang ingin bertemu. Sementara dalam pertemuan itu, warga masyarakat kerap tidak menerapkan protocol kesehatan seperti tak memakai masker, dalam jarak dekat. “Jika begini serba salah,namun apa yang dialami Wagub ini akan menjadi pelajaran kedepan,” terang pria yang akrab disapa Ivan ini.

Apa yang dialami Wagub Hadi Mulyadi, terangnya, membuktikan siapa  saja bisa terpapar Virus Corona meski sudah ketat menerapkan protocol kesehatan. Kepada masyarakat yang merasa pernah bertamu degan Wagub Kaltim, Pemprov Kaltim memohon maaf dan kedepannya Pemprov akan melakukan pengetatan dalam berinteraksi meski Samarinda sudah masuk fase ketiga relaksasi.

“Pengetatan yang dilakukan, mohon dimaklumi jangan diartikan pemerintah tidak mau melayani masyarakat tetapi semata –mata  mencegah penyebaran Virus Corona di Kaltim dan kesehatan bersama,” beber Ivan.*

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIM