oleh

Keluh Kesah Penjual Merah Putih di Kutim Akibat Pandemi Corona

-Berita Pilihan-Dibaca : 279 Kali

SANGATTA- Pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai menghiasi Kota Sangatta, Kutai Timur (Kutim), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 75 Republik Indonesia. Namun, akibat pandemi Covid 19 omset penjualan merosot lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu.

Salah seorang pedagang pernak-pernik kemerdekaan, Ayi Wisnu, mengatakan penurunan omset pada tahun ini karena upacara peringatan HUT RI tak digelar di muka umum guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Sekarang kan ada anjuran dari pemerintah memasang bendera boleh, tapi enggak boleh upacara karena gak boleh ada kerumunan atau rame-rame gitu,” kata Ayi kepada jurnalis, Kamis (13/8/2020).

Ayi mengaku bendera dan pernak-pernik yang dijual baru laku sekitar 30 persen. Jumlah ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu.

“Pembelinya sekarang kurang,” katanya.

Sementara harga bendera dan umbul-Merah Putih dijualnya berkisar dari 30 hingga 400 ribu, tergantung ukuran.

Menurutnya, bendera berukuran panjang tak banyak terjual karena hanya digunakan untuk perkantoran.

“Bendera banyak laku itu yang berukuran kecil untuk dipasang di depan rumah,” pungkasnya. (Bian)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIM