oleh

Merasa Dirugikan Oleh KPU dan Bawaslu Kutim, Abdal Nanang Siap Tempuh Jalur Hukum

-Berita Pilihan-Dibaca : 2.731 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Bakal Calon Bupati Kutai TImur dari Jalur perseorangan H. Abdal Nanang, menduga KPU Kutim berupaya tidak meloloskan dirinya pada pilkada Kutim 2020.

Hal tersebut diungkapkan Abdal saat Konferensi pers di sekretarian pemenangan ABDI (Abdal Nanang-Rusmiati) di jalan yos Sudarso Sangatta, pada Sabtu (15/08/2020) siang.

Menurut  ketua Adat Sangatta Kutai Timur ini, banyak kejanggalan yang di lakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di lapangan saat melakukan verifikasi factual tahap kedua.

Ia mengatakan, banyak dari pendukung Bacalon ABDI yang tidak di data oleh KPU, bahkan pendukung tersebut dicoret dari daftar pendukung untuk mengusung ABDI sebagai syarat untuk independen.

“Sekitar 3ribu lebih pendukung kami, nama dan alamat di KTP sudah benar, namun Cuma salah titik aja, namanya di coret dari daftar dukungan bacalon bupati Independen. Bahkan orang tua saya sendiri pun dan keluarga juga ikut dicoret. Saya tidak tahu alasannya apa?,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, tidak sampai disitu, KPU sudah menetapkan verifikasi tahap 2 pada tanggal 8 Agustus 2020, Namun jadwal tersebut di alihkan ke esok harinya, sehingga para pendukung ABDI yang hadir sebelumnya merasa kecewa dan enggan untuk hadir di hari berikutnya.

“Pada tanggal 9 Agustus 2020 pagi, masyarakat yang mendukung berbondong-bondong datang ke posko pendataan. Namun PPS dan Bawaslu baru hadir pada pukul tiga sore, bahkan apparat keamanan lebih dahulu hadir di lokasi. Banyak pendukung saya yang tidak mau lagi hadir pada sore harinya, karena merasa kecewa. Ini sangat merugikan kami,”ungkap mantan anggota DPRD Kutim ini.

Ia menambahkan, tidak hanya sekali ABDI merasa dirugikan oleh penyenggara pemilu di Kutim. Selain keterlamaban dan perubahan jadwal pendataan pendaftaran, Abdal menilai KPU Kutim diduga berupa untuk menghilangkan nama-nama pendukung yang terdaftar, bahkan dari pihak keluarga dan kerabat mereka di coret dalam pendataan dan sebagian besar tidak memenuhi syarat (TMS) padahal data yang di serahkan cukup lengkap.

Abdal lebih jauh mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hokum apa bila KPU Kutim tidak meloloskan pasangan ABDI untuk mengikuti pilkada Kutim 2020. Pihaknya mengaku memiliki sejumlah bukti-bukti terkait pelanggaran yang dilakukan KPU.

“Kami akan melaporkan ini kedewan pengawas dan akan menuntut serta melakukan upaya hokum di pengadilan Negeri. Kami sudah mempersiapkan bukti-bukti. Dan pengacara kami akan melakukan upaya tersebut untuk mendaftarkan ini ke pengadilan,”Pangkasnya. (WAL)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIM