oleh

Meninggal Dunia, Staf RSUD AWS Dikubur Sesuai Pasien Covid-19

-Berita, Berita Pilihan-Dibaca : 2.541 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, BALIKPAPAN — Setelah kemarin di Balikpapan dr Sriyono meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif virus Korona, Kamis (20/8/2020) seorang staf di RSUD AW Syahranie diumumkan juga meninggal dunia. Keduanya dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

Staf rumah sakit yang meninggal bernama Prima Metiqorakhmi, berusia 44 tahun. Perempuan yang sehari-hari dipanggil Ibu Meti dan tinggal di Jalan Kedondong Dalam, Jalan Gunung Kelua Vorvo. Dikabarkan dia sejak 17 Agustus 2020 menderita sakit dengan hasil diagnosis ada asma dan Pheunomia. Namun hasil rafid test dinyatakan non reaktif. Lantaran itu, pasien yang tiba-tiba meninggal dunia pada jam 02.30 Wita ini dinyatakan dalam probable covid-19.

Di Samarinda, kasus kematian per 10 Agustus 2020 ada 3 orang. Selain staf RSUD AWS Prima Metiqorakhmi, ada juga AS (56 tahun) warga Lambung Mangkurat. Untuk AS meninggal sebelum ada keluar hasil tes swab PCR. Sama seperti yang dialami Prima, AS juga sudah dilakukan rafid dengan hasil non reaktif, sehingga dia digolongkan sebagai probable.

Satu pasien lagi yang meninggal dunia warga Malaysia yang bekerja di Kembang Janggut Kutai Kartanegara. Pria berinitial RR berusia 41 tahun itu masuk RSUD AW Syahranie pukul 10.00 Wita tanggal 19 Agustus dan dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya sekitar pukul 23.15. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan ada asma sebagai penyerta sakitnya.

Penularan Di Kaltim Masih Sangat Tinggi

Juru bicara Satgas Covid-19 Kaltim Andi M Ishak, dalam video conference mengingatkan masyarakat penomena peningkatkan kasus positif di Kaltim yang diikuti dengan kematian pasien. Dia menyebutkan penularan sudah sangat tinggi, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah kewaspadaan dan kepatuhan pada protokol kesehatan sebelum ada vaksin penyembuhnya.

“Kalau kita perhatikan data-data pertambahan kasus terkonfirmasi positif dan angka kematian di Kaltim cukup tinggi. Ini justru tidak diimbangi dengan sikap kepedulian masyarakat yang menganggap remeh virus korona,” ujar Andi Ishak.

Sementara Direktur RSUD AW Syahranie, dr. David Hariadi Masjhoer mengucapkan duka cita atas meninggalnya salah seorang stafnya. Dia menggmbarkan sosok almarhum sebagai orang baik dan rajin dalam menjalankan pekerjaannya sebagai staf administrasi di rumah sakit yang dipimpinnya. #

Wartawan : Charle/Beritakaltim.co

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIM