oleh

Sosialisasi Perda Pajak, Dewan Provinsi Kaltim Berharap Bisa Konstribusi Untuk PAD

-Berita-Dibaca : 470 Kali

 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Kaltim Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah, di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jumat 5 Maret 2021.

Kegiatan Sosper dilaksanakan di gedung Balai Desa, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim. Anggota DPRD Kaltim M Nasiruddin, memimpin langsung kegiatan yang dihadiri sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) Desa Sangatta Utara dengan tetap menaati protokol kesehatan Covid-19.

Sosialisasi yang membahas tentang pungutan pajak daerah masing-masing pajak kendaraan bermotor, balik nama kendaraan bermotor (PBBNK), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan dan pajak rokok juga dihadiri dua orang pemateri dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Warkhatun Najidah, SH.MH dan Lily Triyana SH., M.Hum .

Dalam sambutannya M Nasiruddin menyampaikan kegiatan Sosper yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya DPRD Kaltim untuk menyampaikan kepada masyarakat bentukan peraturan daerah yang telah dibuat anggota perwakilan rakyat di tingkat provinsi.

Sosialisasi yang membahas tentang pungutan pajak daerah masing-masing pajak kendaraan bermotor, balik nama kendaraan bermotor (PBBNK), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan dan pajak rokok juga dihadiri dua orang pemateri dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Warkhatun Najidah, SH.MH dan Lily Triyana SH., M.Hum .

Dalam sambutannya M Nasiruddin menyampaikan kegiatan Sosper yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya DPRD Kaltim untuk menyampaikan kepada masyarakat bentukan peraturan daerah yang telah dibuat anggota perwakilan rakyat di tingkat provinsi.

Ia juga mengkritisi aktivitas kendaraan berat yang melintasi jalan penghubung kabupaten/ kota. Tak sedikit unit berat itu dimiliki perusahaan maupun melayani operasional perusahaan. Sementara banyak di antaranya yang juga dikirim dari luar Kaltim.

“Sudah menggunakan jalan umum, pajak bea balik nama kendaraannya juga tak masuk ke kas daerah. Ada banyak potensi pendapatan yang hilang jika terus dibiarkan,” tambahnya.

Warga Desa Sangatta Utara Osler Manalu, mengapresiasi agenda yang dilaksanakan siang itu. Menurutnya sosialisasi dilakukan sangat penting bagi masyarakat untuk memahami perpajakan di daerah.

“Saya berharap perda-perda yang dihasilkan oleh anggota perwakilan rakyat kita, bisa terus disosialisasikan,” (*)