oleh

Pansus LKPJ Bupati Hearing Dengan RSUD Kudungga. Begini Hasilnya

SANGAT DPRD Kutai Timur menggelar Rapat dengan Pendapat Pansus Laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati bersama dengan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangat.

Rapat tersebut membahas terkait dengan Rumah Sakit (RS) Kudungga sebagai RS tipe B, mengikuti sistem rujukan berjenjang yang ditetapkan BPJS. Karena itu, pasien dari Puskesmas, tidak bisa langsung masuk RS Kudungga.

Hal ini ditanyakan langsung oleh beberapa anggota DPRD  yang tergabung dalam Pansus LKPJ Bupati, yang mempertanyakan mengapa pasien rujukan dari puskesmas di pelosok, justru harus dirujuk ke RS Swasta di Sangatta, tidak bisa langsung ke RS Kudungga, yang notabena milik pemerintah.

Humas RSUD Kudungga Jumran Se menanggapi pertanyaan dari anggota DPRD Kutim. Disebutkan, rujukan berjengang ini berlaku untuk semua peserta BPJS. Termasuk pegawai RS Kudungga sendiri, yang notabena ada di rumah sakit, kalau mau berobat mengunakan BPJS, maka berobat harus ke puskesmas dulu, kemudian di rujuk ke RS Tipe C, kalau RS Tipe C, tidak mampu, baru dirujuk ke RS Kudungga.  

Namun, kalau memang pasien bukan peserta BPJS, maka bisa langsung masuk RS Kudungga. “Termasuk saya,  meskipun peserta BPJS, tapi karena saya ada penyakit kronis, makanya saya bayar sendiri, jadi langsung berobat di sana,” jelas Jumran, menjawab pertanyaan beberapa anggota DPRD  yang tergabung dalam Pansus LKPJ Bupati, yang mempertanyakan mengapa pasien rujukan dari puskesmas di pelosok, justru harus dirujuk ke RS Swasta di Sangatta, tidak bisa langsung ke RS Kudungga, yang notabena milik pemerintah.

Dijelaskan Jumran, sistem rujukan yang dilakukan BPJS saat ini, memang seperti itu. Adanya aturan baru dari BPJS Kesehatan  tentang rujukan on line, yang berjenjang, maka pasien harus dirujuk berjenjang, tidak bisa langsung ke RSUD.

Baca Juga  Tim Spesial Audit Presentasikan Hasil Audit PT. KTE Dalam Likuidasi

Sebelumnya, Direktur RSUD Kudungga dr Anik Istiyandari juga mengeluhkan sistem ini. Menurutnya, seharusnya  namanya on line, itu memudahkan. Tapi,  kenyataan, malah menyulitkan masyarakat. Sebab, dari rujukan tingkat pertama, maka  pasien harus masuk ke rumah sakit Tipe D atau C. Dimana untuk Kutim, itu rumah sakit swasta. (ADV)

News Feed