oleh

Kronologi Penangkapan Sabu Seberat 4 Kg dan 500 Butir Ekstasi Polres Kutim

-Berita-Dibaca : 525 Kali

Satuan reserse Narkoba Polres Kutai Timur berhasil menggagalkan penyelundupan sebanya 4Kg narkoba jenis sabu sabu yang diduga di selundupkan dari Malaysia.

Selain mengamankan sabu, polisi juga menemukan 500 pil esktasi dari dua kurir yang berhasil diamankan oleh anggota tim Reskoba Polres Kutim.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Welly Djatmoko, didampingi kasat Resnarkoba Polres Kutim AKP rachmawan, mengatakan anggota satreskoba Kutim mengamankan AH (30) Di Dalam Penginapan Moro Seneng Di Kecamatan Muara Wahau.

“Pengungkapan Kasus ini bermula dari laporan masyarakat, bahwa di wilayah kutim sering terjadi perlintasan transaksi gelap narkotika antar kota/ provinsi,”ungkap Welly saat Konferensi Pers di Mako Polres Kutim, Selasa (01/09/2021).

Setelah tersangka AH di interogasi oleh aparat kepolisi, ternyata tersangka tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Ia di temani tersangka lainnya.

“Kemudian, anggota kami di lapangan langsung melakukan introgasi, tersangka AH mengaku bahwa sabu dan ekstasi tersebut akan dibawa atau diantar ke wilayah Bontang, selanjutnya dilakukan kontrol delivery oleh jajaran sat resnarkoba dan berhasil mengamankan sr (45) tahun, yang diduga akan menerima barang haram itu, di kilometer 8 jalan poros Bontang Samarinda,”jelasnya

Menurutnya, tersangka tidak mengetahui pemilik kristal mematikan dan pil setan tersebut. Pasalnya, keduanya dihubungi oleh nomor luar negeri. Kemudian diarahkan mengambil barang di Tarakan. Bahkan, tersangka mengaku tidak pernah bertemu dengan penelfon. Meskipun telah diberi tahu apa isi paket yang dibawanya. Pihaknya menduga, kedua tersangka merupakan jaringan internasional.

“AH tertarik karena diiming-imingi uang Rp 60 juta dan SR dijanjikan 100 gram sabu. Keduanya tidak mengetahui siapa pemiliknya. Kedua tersangka juga tidak saling kenal. Pengakuan mereka sama, penelfon selalu menggunakan nomor yang berbeda,” jelasnya.

Dia memastikan, penerima di Samarinda akan ditelusuri. Tim juga akan ke Tarakan, memeriksa lokasi tempat AH mengambil narkoba tersebut. Motif kedua pelaku lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Apalagi AH tidak bekerja. Sedangkan SR berdagang di Samarinda.

“Keduanya memang baru sekali tertangkap berbuat tindakan kriminal. Tapi, hasil tes urine menyatakan positif untuk keduanya,” terangnya.

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko menambahkan, seluruh narkoba tersebut jika diuangkan bernilai Rp 4,250 miliar lebih. Satu kilogram, kata dia, dihargai Rp 1 miliar lebih. Sedangkan pil ekstasi tersebut dijual per biji Rp 500 ribu.

“Setidaknya, dengan menggagalkan peredarannya, bisa menyelamatkan 40.500 jiwa. Kami akan terus memberantas peredaran narkoba jenis apapun,” tegasnya.

Adapun kedua tersangka, terancam hukuman minimal enam tahun penjara. Sedangkan hukuman maksimal 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup..