oleh

Kapal Milik PNEP di Kabarkan Menabrak Peruhu Nelayan. Pencarian Masih Terus Dilakukan

WARTAKUTIM.CO.ID, TENGGARONG – Kapal milik PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (PNEP) dilaporkan menabrak perahu nelayan di perairan Senipah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (25/10/2021), sekitar pukul 20.20 Wita. Dua orang yang berada di dalam perahu nelayan tercebur, namun baru satu orang yang bisa diselamatkan. Satu orang lagi masih dalam pencarian.

Informasi terjadi kecelakaan air dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan sekitar jam 22.17 Wita. Pelapornya mengaku bernama Rendi dari perusahaan pelayaran PT PNEP. Tim Basarnas langsung menuju lokasi untuk memulai operasi evakuasi dan pencarian korban.

“Tim sudah bergerak dan diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada jam 01.30,” kata Kasie Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Octavianto, dalam rilis resmi yang dishare ke WhatsApp Grup para jurnalis, Senin (25/10/2021).

Awal kecelakaan air itu terjadi saat kapal PT PNEP sekitar pukul 19.55 Wita keluar dari pelabuhan jetti kapal krubut (crew boat) menuju lapangan sumur migas Peciko Alfa di kawasan Senipah yang masuk administrasi Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di tengah perjalanan, sekitar buih marine dalam, ABK kapal dengan Nakhoda Bayanudin, Jurumudi Abdurahman dan Kepala Kamar Mesin Asdar, melihat benda dengan jarak 10-15 meter. Awak kapal berusaha menahan laju kapal dan menghindari, tetapi tetap terjadi benturan.

Ketika itu, seperti dilaporkan oleh Rendi kepada Basarnas, diketahui ternyata benda itu adalah perahu nelayan. Saat kapal masih bergerak, mereka melihat ada 2 orang pria terapung di laut.

Secara spontan, para ABK kapal berusaha melakukan pertolongan dengan melempar pelampung kepada dua orang yang mengapung. Namun hanya satu orang yang mampu menjangkau pelampung yang kemudian ditarik pada ABK naik ke atas kapal. Sedangkan satu orang lagi hilang. Begitu pula perahu nelayan yang langsung tenggelam.

Baca Juga  Koperasi Kongbeng Bersatu! Pecahkan Rekor Produktifitas di Konfrensi Sawit Terbesar se-Dunia

Nelayan yang berhasil diangkat saat terapung bernama Hamzah, 18 tahun. Warga yang beralamat KTP di Dusun PAO, Kecamatan Tarowang, Jeneponto, Sulawesi Selatan itu langung dibawa ke Rumah Sakit Samboja untuk mendapat pemeriksaan kesehatan. Sementara satu korban lagi yang masih belum ditemukan bernama Tudding, warga Senipah Kukar.