Hasilkan Biji Plastik dari Rumput Laut, BRIN & PT EKI Lanjutkan Riset

Wartakutim.co.id, Cibinong – Setelah setahun berjalan, kerja sama riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) dengan PT. Evogaia Karya Indonesia (EKI) telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Kerja sama tentang penelitian dan pengembangan teknologi pembuatan produk kemasan ramah lingkungan berbasis pemanfaatan material rumput laut tersebut, sukses menghasilkan biji plastik berbasis rumput laut generasi pertama. Bahkan saat ini hasil penelitian tersebut sedang diproses patennya.

Atas keberhasilan itu, BRIN dan PT EKI sepakat melanjutkan kerja sama. “Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan ditandatangani adalah PKS tahun kedua dengan target dapat menghasilkan biji plastik generasi kedua yang memang harus lebih baik, menghasilkan benefit yang baik pula sehingga efisien dengan biaya yang dikeluarkan,” terang Peneliti dan Penanggungjawab Kerja Sama dari PRBB BRIN, Sukma Surya Kusumah saat penandatanganan kerja sama di Kawasan Sains Teknologi Soekarno, Cibinong, Selasa (13/09/2022) lalu. 

Dia mengungkapkan bahwa riset yang dilakukan berdasarkan kebutuhan industri, bukan apa yang ada dalam pikiran peneliti dan berkembang sesuai dinamika di Evogaia selaku mitra kerja sama. 

“Ke depan diperlukan edible plastic berdasarkan kebutuhan pasar. Rumput laut mahal maka  target produk harus high value, sehingga sebanding dengan bahan baku,” tutur Sukma.

Sebagai informasi ruang lingkup PKS antara lain BRIN dan PT EKI akan bekerjasama dalam optimasi komposisi bio-pellet plastik dan determinasi kemampuan terdegradasi dan terkompos dari bioplastik pellet berbasis rumput laut dan produk kemasan. 

“Kita bekerja tidak hanya satu kelompok riset saja tetapi melibatkan kelompok riset yang lain sehingga menghasilkan produk yang diinginkan,” tambah Sukma. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Akbar Hanif Dawam A. menegaskan bahwa PKS yang akan dilanjutkan kembali adalah pembaharuan sekaligus menguatkan kerja sama sebelumnya yang terjalin sejak tahun 2021. “Karena merupakan perpanjangan PKS, diharapkan akan menghasilkan produk riset yang semakin diterima masyarakat dan mendorong semua pihak dapat bekerja lebih cepat,” tegasnya.

“Kami concern bahwa industri membutuhkan kecepatan karena bagi industri “time is money”, sementara riset butuh waktu. Untuk itulah maka riset dan industri harus mempunyai frekuensi yang sama. Sehingga riset dapat dimanfaatkan industri dalam hal ini PT. Evogaia Karya Indonesia sebagai mitra kerja sama kami,” sambung Dawam. 

Sementara itu, David Christian selaku Direktur Utama PT. Evogaia Karya Indonesia sangat mengapresiasi kerja sama pihak industri  dengan BRIN. “Semoga dari kerja sama ini dapat menghasilkan biji plastik tak hanya konvensional tapi dapat menembus market internasional. Mudah-mudahan kita dapat bekerjasama lebih lanjut dengan BRIN. Sehingga dapat menghasilkan inovasi dari kerja sama riset yang dilakukan,” tutupnya. (Sl/Imr)