AdvetorialBerita PilihanKaltimNasional

Bupati Kutim ke Mesir – Jadi Pembicara Terkait FOLU Net Sink 2030

360
×

Bupati Kutim ke Mesir – Jadi Pembicara Terkait FOLU Net Sink 2030

Sebarkan artikel ini

Wartakutim.co.id, Sangatta – Bupati Ardiansyah Sulaiman dijadwalkan akan menjadi pembicara di Sharm el-Shiekh, Mesir pada Selasa (15/11/2022) pukul 14.00-15.30 atau pukul 20.10-21.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) bertempat di Indonesia Pavilion. Kehadiran orang nomor satu di Kutim tersebut berkaitan mengenai Peran Pemerintah Daerah dalam Aksi Indonesia FOLU (Forestry and Other Land Uses) Net Sink 2030.

Bertindak sebagai Keynote Speech Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fathan Subchi dan Gubernur Kaltim Isran Noor. Adapun pembicara selain Bupati Kutim, ada pula Sekprov KaltimSri Wahyuni, Ketua Dewan Perubahan Iklim Regional Kaltim Daddy Ruhiyat, Manajemen Proyek PT Kaltim Prima Coal Louise Gerda Pessireron.

Sebelumnya pada pertengahan Oktober 2022 lalu, Ardiansyah Sulaiman menyebutkan jika dirinya diundang oleh Gubernur Kaltim Isran Noor untuk bersama-sama berangkat ke Mesir, guna mempresentasikan perihal climate change terkait best practicenya.

“Kita ingin benar-benar memanfaatkan sumber daya alam yang berkelanjutan, berkualitas dan bersinergi dengan misi dari Kabupaten Kutim. Yakni dengan pembangunan berwawaskan lingkungan,” terang Bupati.

Perlu pembaca ketahui, jika Indonesia FOLU Net Sink 2030 merupakan suatu upaya bersama mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030. Pijakan dasar utamanya adalah sustainable forest management, environmental governance, dan carbon governance.

Terdapat 11 langkah operasional mitigasi sektor FOLU. Mulai dari pengurangan laju deforestasi lahan mineral, pengurangan laju deforestasi lahan gambut, pengurangan laju degradasi hutan lahan mineral, pengurangan laju degradasi hutan lahan gambut, pembangunan hutan tanaman, pengelolan hutan lestari. Selanjutnya rehabilitasi dengan rotasi, rehabilitasi non rotasi, restorasi gambut, perbaikan tata air gambut dan konservasi keanekaragaman hayati. (Imr/Wal)