BeritaPolitik

Isu Utang Anies Baswedan Menurut Pantauan Netray

177
×

Isu Utang Anies Baswedan Menurut Pantauan Netray

Sebarkan artikel ini

Wartakutim.co.id, Jakarta – Isu utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno sebesar Rp50 miliar sempat menjadi perbincangan hangat di Twitter. Netray menemukan 16.094 twit dalam pantauannya selama periode 1-15 Februari 2023 dengan menggunakan kata kunci “utang && anies”.

Perbincangan tersebut terpantau sudah muncul sejak 4 Februari 2023. Salah satu twit di awal yang memuat informasi utang Rp50 miliar Anies Baswedan datang dari akun @MurtadhaOne1. Lambat laun, perbincangan semakin intens dan memuncak pada 12 Februari 2023.

“Dari yang berhasil dirangkum Netray, terdapat 2,8 juta impresi dalam bentuk reply, retweet, dan favorites. Perbincangan ini secara potensial dapat menjangkau 92,3 juta akun Twitter berbahasa Indonesia,” tulis Netray dalam laporannya pada (17/2/2023).

Keseluruhan, perbincangan lebih didominasi oleh sentimen negatif. Netray mendapati 9.908 twit terindeks sebagai twit negatif. Sedangkan twit dengan sentimen positif terpantau cukup rendah, hanya 1.665 unggahan.

Akun yang mendapat impresi terbanyak dari pegiat Twitter adalah @ch_chotimah2 dengan torehan 17.612 total impresi. @ch_chotimah2 menjadi satu dari sekian akun yang kontra dengan isu utang Anies.

Menurutnya, para pendukung Anies Baswedan sudah melakukan aksi kekejaman karena menyerang, mencaci maki, dan merendahkan Sandiaga terkait masalah utang. Padahal, Sandiaga sudah memberi pinjaman, mengajak Anies ikut Pilgub, bahkan mengalah sebagai wakil gubernur.

Di posisi kedua dengan impresi sebanyak 15.381 adalah akun @abu_waras yang terindikasi sebagai akun pendukung Anies Baswedan. @abu_waras dalam salah satu unggahannya menyebut Anies merupakan korban fitnah yang keji dan biadab. Utang tersebut sudah lunas ketika pasangan Anies-Sandi memenangkan Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 silam.

Meski didominasi sentimen negatif, daftar Top Persons justru banyak diisi akun yang cenderung mendukung Anies Baswedan. Selain @abu_waras, muncul juga akun @bachrum_achmadi dan @Relawananies.

@bachrum_achmadi menganggap hujatan justru membuat nama Anies Baswedan semakin besar. Sedangkan @Relawananies melihat masalah utang justru menunjukkan Anies Baswedan mengajarkan cara berpolitik yang sehat.

“Wacana serangan semacam ini semakin sering ditemukan menjelang Pemilu 2024 dan tidak hanya terjadi pada Anies Baswedan saja. Beberapa waktu lalu sejumlah figur yang digadang-gadang akan maju ke Pilpres 2024 seperti Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo juga mendapat serangan dengan kasus masing-masing,” tulis Netray menutup laporannya.

Klarifikasi Anies

Isu terkait utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno sebesar Rp50 miliar untuk biaya kampanye saat Pilkada DKI 2017 kali pertama dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa di channel YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang perdana pada 4 Februari 2023.

Bahkan, ketika isu tersebut mencuat, tak lama berselang beredar surat pernyataan utang yang ditandatangani oleh Anies Baswedan di atas materai tertanggal 9 Maret 2017. Entah asli atau bukan, dalam surat tertera utang bukan hanya Rp50 miliar tetapi ada tambahan lagi sebesar Rp42 miliar, sehingga total utang mencapai Rp92 miliar.

“Saya mengakui meminjam uang kembali sebesar Rp 42.000.000.000,00 (empat puluh dua miliar rupiah) dari Bapak Sandiaga S. Uno tanpa jaminan dan tanpa bunga (“Dana Pinjaman III) pada tanggal sebagaimana disebut di bawah ini untuk keperluan pemenuhan kewajiban 70% dari total biaya pada Kampanye Putaran II Pilkada DKI 2017 (Total Biaya 60 Miliar Rupiah) di mana Dana Pinjaman III tersebut akan diserahkan oleh Bapak Sandiaga S. Uno langsung kepada Tim Kampanye,” isi poin 2 dalam surat perjanjian tersebut.

Namun, Anies Baswedan dalam channel YouTube Merry Riana yang tayang pada 10 Februari 2023 tak menampik perihal utang. Anies memang tidak menyebutkan nominalnya, tetapi menurut dia, itu bukan lagi menjadi utang melainkan sudah menjadi bentuk dukungan karena dia dan Sandiaga Uno berhasil terpilih menjadi Gubernur DKI.

“Jadi, dukungan yang minta dicatat sebagai utang. Ini kan dukungan untuk kampanye, untuk perubahan, untuk perbaikan. Bila ini berhasil, maka itu dicatat sebagai dukungan. Bila kita tidak berhasil maka itu menjadi utang yang harus dikembalikan. Jadi itu kan dukungan, nah siapa penjaminnya, yang menjamin Pak Sandi. Jadi uangnya bukan dari Pak Sandi,” kata Anies.

“Ada pihak ketiga yang mendukung. Kemudian saya menyatakan, ada suratnya, surat pernyataan utang, saya yang tandatangan. Dan dalam surat itu disampaikan, apabila dalam Pilkada kalah maka saya berjanji saya dan Pak Sandiaga Uno berjanji mengembalikan, yang tandatangan saya. Apabila saya menang Pilkada, maka ini dinyatakan sebagai bukan utang. Itu yang terjadi. Makanya begitu Pilkada selesai, menang, selesai,” imbuhnya. (Voi/Imr)