Berita

Peningkatan Signifikan APBD Kutai Timur dalam Tiga Tahun Pemerintahan ASKB

1225
×

Peningkatan Signifikan APBD Kutai Timur dalam Tiga Tahun Pemerintahan ASKB

Sebarkan artikel ini
Bupati Ardiansyah Optimis APBD Perubahan 2023 di Ketuk Palu Akhir Agustus

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dengan bangga mengklaim bahwa dalam kurun tiga tahun kepemimpinannya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur telah mengalami peningkatan yang signifikan. Pernyataan ini diungkapkan oleh Ardiansyah saat berbicara dengan awak media.

“Kita dapat mengatakan bahwa selama tiga tahun pemerintahan ini berjalan, anggaran kita terus mengalami peningkatan setiap pertengahan tahun. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ungkap Bupati yang juga merupakan mantan Wakil Bupati selama dua periode.

Ardiansyah menjelaskan bahwa pada tahun 2023 ini, terjadi penambahan anggaran dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2022 sebesar Rp1,5 triliun, ditambah dengan penerimaan dari hasil perkebunan sawit, Pajak Yayasan Pendidikan dan Amal Keagamaan (YP2AK), serta dana dari Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-C), sebuah program penurunan emisi karbon gas rumah kaca dari World Bank, serta bantuan keuangan dari provinsi.

“Dalam pendapatan yang kita terima saat ini, pemasukan dari sektor sawit dan Pajak YP2AK merupakan sumber yang signifikan. Selain itu, kita juga mendapatkan dana dari FCPF-C terkait dengan penurunan emisi karbon,” jelasnya.

Ardiansyah juga memaparkan bahwa dana yang diterima dari FCPF-C memiliki alokasi sekitar Rp6 miliar untuk kabupaten, sementara desa-desa mendapatkan alokasi sebesar Rp24 miliar.

Sebagai catatan sebelumnya, Anggaran APBD Murni Kutai Timur tahun 2023 telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebesar Rp5,9 triliun. Namun, pada pembahasan APBD Perubahan 2023, pemerintah mengajukan kepada DPRD jumlah anggaran sebesar Rp9,070 triliun.

Pertumbuhan Pendapatan Daerah ini, jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya, mencapai 79,36% dari angka proyeksi awal yang sebesar Rp5,9 triliun, menjadi mencapai Rp7,41 triliun.

Sementara itu, dalam hal belanja daerah, pemerintah telah mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, termasuk pendapatan dan pembiayaan. Hal ini tercermin dalam peningkatan alokasi dana dalam APBD Perubahan Tahun 2023 sebesar 65,18%.

Peningkatan ini juga mencapai 65,18% dari proyeksi sebelumnya yang sebesar Rp5,9 triliun, menjadi mencapai Rp9,07 triliun. Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian ini yang menjadi bukti nyata dari pengelolaan anggaran yang efektif dan penuh tanggung jawab. (adv)