Berita

Politisi PKS Agusriansyah Ridwan Kawal Penandatanganan PKS Hibah Lahan Listrik PLN di Kutai Timur

299
×

Politisi PKS Agusriansyah Ridwan Kawal Penandatanganan PKS Hibah Lahan Listrik PLN di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTAPolitisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan, turut mengawal secara langsung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serah terima hibah lahan untuk tempat penyimpanan mesin listrik dari PLN. Acara tersebut dipimpin oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Manajer UP3 PLN Bontang, Yus Rizal, di Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran, pada Jumat (10/11/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan warga setempat.

Agusriansyah menyampaikan rasa syukurnya terkait dilakukannya PKS antara Pemerintah Kabupaten dan PLN. Ia menekankan bahwa inisiatif ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi pelanggan listrik di Kecamatan Sandaran.

“Makin terang wajah Sandaran pada malam hari, apalagi hibah lahan sebagai tempat penyimpanan mesin listrik yang sangat besar, beserta excess power dan pendukung lainnya. Ini kejutan yang diberikan oleh PLN kepada warga Sandaran, utamanya yang berada di luar wilayah usaha PT KHE,” ungkap Agusriansyah, politisi PKS.

Ia juga menyoroti Desa Marukangan, Susuk Tengah, Susuk Dalam, dan Manubar Pantai yang kini dapat dinikmati pencahayaannya melalui konsep Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selalu meminta dan berkoordinasi dengan pihak PLN agar PT KHE bisa bekerja sama memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sandaran,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman berharap agar PT KHE, yang menguasai empat desa, memberikan izin untuk membangun jaringan listrik oleh PLN.

 

“Supaya warga di empat desa itu bisa mendapatkan penerangan seperti desa lainnya. Semoga apa yang sedang kita kerjakan untuk masyarakat mendapatkan pahala yang berlimpah oleh Allah SWT, dan warga harus mendukung serta membantu pekerja,” tegas Bupati Kutai Timur.