Berita

Solidaritas dalam Krisis: Respons Pemkab Kutim terhadap Kebakaran di Jalan Sebongkok

236
×

Solidaritas dalam Krisis: Respons Pemkab Kutim terhadap Kebakaran di Jalan Sebongkok

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sebongkok RT 14, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, pada Rabu, 27 Maret 2024, telah meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakatnya. Kejadian tersebut tidak hanya menghancurkan 37 bangunan, termasuk rumah tinggal, rumah sewaan, hingga bangunan sekolah, namun juga merenggut satu nyawa dalam kobaran api yang ganas. Kerugian material diperkirakan mencapai angka yang cukup besar, mencapai Rp 1 hingga Rp 5 miliar.

Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tidak tinggal diam. Dalam sebuah upaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban, Dinas Sosial (Dinsos) Kutim turut aktif dengan menyalurkan paket sembako kepada para korban yang terdampak. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, yang mewakili Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Baznas Kutim, Masnif Sofwan, Direktur Perundam TTB Kutim, Suparjan, dan perwakilan dari Paguyuban DPC Ikawangi Bengalon, Imam Mislani.

Ernata Hadi Sujito menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian Pemkab Kutim terhadap masyarakat yang terdampak. Selain sebagai bentuk dukungan material, bantuan tersebut juga merupakan ungkapan solidaritas dan prihatin atas kondisi para korban. “Kunjungan ini mencerminkan perhatian Pemkab Kutim terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran. Kami juga menyerahkan paket sembako kepada para korban dengan harapan bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar,” ujarnya dalam keterangan pers.

Selain penyaluran sembako, Dinsos Kutim juga turut berperan dalam mendirikan dapur umum, bekerja sama dengan Baznas Kutim. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kebakaran. Dengan demikian, respons cepat dan tanggap dari Pemkab Kutim dalam menghadapi krisis ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keberlangsungan dan kesejahteraan masyarakat di tengah cobaan yang berat. (Kopi)