Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membantah tudingan bahwa dirinya hanyalah “boneka” dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (5/5).
Prabowo menegaskan bahwa komunikasi dan konsultasi dengan Jokowi adalah bagian dari transisi pemerintahan yang wajar dan bentuk sikap kenegarawanan.
Menurut Prabowo, konsultasi dengan pemimpin sebelumnya adalah hal lazim dan tidak menunjukkan ketergantungan. Ia menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang bijak, dan terbuka memberi saran.
“Saya katakan itu tidak benar,” ujarnya menanggapi tudingan bahwa ia dikendalikan Jokowi.
Prabowo juga menyebut telah berkonsultasi dengan presiden-presiden sebelumnya, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.
Bahkan secara berkelakar ia mengatakan, jika memungkinkan, ia juga ingin berdiskusi dengan almarhum Gus Dur dan Soeharto.
Menutup pernyataannya, Prabowo menyinggung isu ijazah yang pernah menyerang Jokowi dan menyiratkan bahwa tuduhan serupa bisa diarahkan kepadanya di masa depan. (wal)












