Kabut Asap Kepung Seluruh Wilayah Di Kota Sangatta

Kabut asap terjadi di Bukit Pelangi Sangatta
Kabut asap terjadi di Bukit Pelangi Sangatta
Kabut asap terjadi di Bukit Pelangi Sangatta

Sangatta, WARTAKUTIM.com — Polusi kabut asap menyelimuti seluruh Kota Sangatta Kamis, (9/10) sejak pagi sekitar Pukul 08.00 wita. Pekatnya kabut asap tersebut diduga akibat kebakaran hutan dan lahan diwilayah kaltim dan Kalbar dan menyebabkan jarak pandang berkurang .

Berdasarkan pantau wartakutim.com, cuaca di ibukota kabupaten Kutai Timur ini sejak pagi hingga siang terlihat mendung. Padahal cuaca di kota ini sangat terik.

Sekertaries Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sahbudin mengatakan, Kabut asap ini kemungkinan disebabkan oleh kebakaran hutan atau lahan di wilayah Kaltim dan Kalbar. Pihaknnya juga menduga, terjadinnya kabut asap ini juga kemungkinan akibat kebakaran lahan di Kutai Timur yang marak terjadi.

“Ini bisa juga akibat pembakaran lahan yang terjadi di Kutim, yang mengakibatkan asap tebal hampir di seluruh wilaya di Kota Sangatta.” Kata Sahabudin, ketika ditemui kantor Sekertaris dewan Kutim usai menghadiri rapat parpurna DPRD Kutim, Kamis (9/10).

lebih lanjut dia mengatakan, Pihaknnya belum menerima laporan tentang ada pembakaran lahan diwilayah Kutim yang mengakibatkan kabut asap ini. Namun meskipun belum ada laporan dari masyarakat tekait dengan pembakaran lahan itu, pihaknnya akan segera menyelusuri seluruh wilayah di kutim pembakaran lahan yang dilakukan warga dengan sengaja.

“belum ada data yang masuk tentang pembakaran lahan dikutim. Namun Kami segera akan menelusuri seluruh di kecamatan, siapa tau penyebabnnya dari kutim juga.”katannya.

Pihaknnya menghimbau masyarakat kota sangatta, untuk menggunakan masker selama terjadinnya kabut asap ini. Selain itu dia menghimbau kepada pengguna kendaraan, khususnnya kendaraan roda dua untuk menyelakan lampu saat berkendara karena jarak pandang akibat terjadinnya polusi asap tersebut sekitar 200 hingga 300 meter.

Dari pantau tim wartakutim, dampak paling terparah terjadinnya polusi kabut asap ini terjadi di jalan Pendidikan menuju pusat perkantoran bukit pelangi Sangatta. Jarak pandang di lokasi itu sekitar 200 meter. Sementara di jalan utama Yos Sudarso , meskipun terjadi polusi asap, namun jarak pandang masih normal.