oleh

Investor Tertarik Pengembangan Budidaya Jagung di Kutim

-Kaltim-Dibaca : 752 Kali

SANGATTA-Sejumlah kalangan investor kini mulai tertarik untuk pengembangan budi daya tanaman jagung di kabupaten Kutim. Untuk itu, Bupati Kutim, Ismunandar meminta kepada masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang ada. Keberadaan hutan rakyat Sangatta memiliki potensi yang begitu bagus sehingga perlunya masyarakat memanfaatkan hutan itu dengan baik,” kata Bupati Kutim Ismunandar.

Menurutnya, terbukanya peluang dalam pengembangan budidaya tanaman pangan khususnya jagung di Kutai Timur, kini sejumlah investor dari laur daerah mulai menawarkan kerjasama dengan pihak Pemerintah Kutim dalam upaya pengembangan budidaya jagung.

Selain itu Pemkab sudah menjalin kerjasama dengan PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama) dalam pengembangan budidaya tanaman jagung seluas 3500 hektar. “Kni sudah ada tawaran dari pihak investor lain yang siap mengembangkan budidaya jagung hingga 2000 hektar di Kutim,” katanya.

Hanya saja, mengingat keterbatasan lahan yang ada maka Ismu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang diambil dari jatah 20 persen hutan tanam industri (HTI) di Kutim yang merupakan hutan rakyat.

Sekarang ini potensi hutan rakyat di Kutim cukup luas bahkan sesuai ketentuan, hutan rakyat boleh digunakan untuk pengembangan tanaman pangan. “Maka tidak salah jika pada hutan rakyat tersebut dikembangkan budidaya tanaman pangan berupa jagung,” katanya.

Saat ini pemerintah pusat sedang melakukan reformasi agraria melalui program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) yang salah satu tujuannya adalah untuk perluasan dan pengembangan lahan pertanian.

Untuk Kutim sudah diajukan perubahan status menjadi lahan APL (Alih Fungsi Lain) sekitar 36.000 hektar, yang sebelumnya masuk kawasan hutan atau tanah milik negara, namun sudah bertahun-tahun digarap oleh masyarakat meski tidak memiliki alas hukum, baik dalam pengelolaannya maupun penguasannya.

“Lahan-lahan inilah yang nantinya akan difokuskan dalam pengembangan budidaya tanaman pangan, salah satunya adalah jagung,” katanya.

Dengan pengembangan budidaya tanaman pangan, baik jagung atau jenis tanaman pangan lainnya diharapkan memberikan manfaat dan imbas positif bagi masyarakat Kutim khususnya para petani, “Sekaligus untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Adv-27)

DOWNLOAD APLIKASI WARTAKUTIM

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">