Ketua FAJI : Pemkab Harus Naikkan Status Sangatta Jadi Siaga
oleh

Permintaan Evakuasi Korban Banjir Makin Tinggi! FAJI Kirim Dua Perahu Karet

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Luapan air sungai Sangatta, menjelang malam semakin tinggi. Terpantau pada Sabtu (28/4) malam, tepatnya pukul 21.30 Wita, air yang semula hanya menggenangi sebagian pemukiman warga, kini sudah merangsek masuk hampir keseluruh pemukiman warga di pinggiran sungai Sangatta baik yang berada di Kecamatan Sangatta Selatan maupun Sangatta Utara.

Permintaan evakuasi dari warga yang menjadi korban kebanjiran, semakin tinggi dan nampaknya belum dilakukan evakuasi secara menyeluruh oleh pihak yang berwenang. Walau ada upaya penanganan dari Polres Kutim dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim untuk masyarakat di Sangatta Selatan, karena ketinggian air sudah mencapai dua meter lebih di Loa Mali sejak siang. Namun dibutuhkan penanganan lanjutan dari berbagai pihak terkait, agar evakuasi korban banjir berjalan sebaik mungkin.

Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutim Irwan mengungkapkan jika hingga malam ini, permintaan evakuasi korban banjir di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara terus berdatangan. Baik melalui telpon maupun alat media sosial lainnya, sehingga pihaknya turut menerjukan dua buah perahu karet untuk membantu evakuasi warga.

“Faji Kutim telah kirim dua perahu karet untuk melakukan evakuasi, berikut dengan operator perahu yang merupakan atlet-atlet arung jeram Kutim. Saya berharap agar status banjir di Sangatta segera dinaikkan menjadi Siaga. Agar semua kemampuan dapat dikerahkan dengan maksimal, untuk mencegah kerugian materil dan kerugian lainnya,” ungkapnya dengan tegas.

Lebih jauh Irwan menerangkan jika kedepannya, isu stategis yang menjadi dasar program prioritas dan masuk dalam misi pembangunan daerah ialah penanganan persoalan tahunan. Seperti persoalan banjir yang menjadi persolan Ibukota Kabupaten, diperlukan penanganan yang serius dan tuntas.

“Pembenahan dimulai dari pembangunan jaringan drainase dalam pemukiman warga dan perkotaan, serta integrasi dengan kanal yang telah ada di dalam kota. Aksi tanggap pemerintah dengan mengunjungi dan memberikan bantuan pada korban banjir amatlah baik dan penting. Namun diluar itu, yang paling penting adalah penuntasan persoalan banjir secara kongkrit,” paparnya.

Lelaki asal Sangkulirang ini menyebutkan, penanganan banjir harus diselesaikan pada persoalan utamanya, daripada hanya menangani hal-hal teknis saat banjir merendam pemukiman warga. Tiap tahun spot-spot banjir semakin meluas, untuk itu perlu dikurangi segera dengan langkah nyata. Belum lagi dampak pasca banjir berupa persoalan kesehatan, sanitasi dan kebersihan lingkungan, jalan menjadi rusak, maupun menurunnya kualitas bangunan.

“Terlalu mahal akibat yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat, akibat persoalan genangan air maupun banjir yang menjadi momok nyata dari tahun ke tahun. Bukannya berkurang, namun makin banyak persoalan yang muncul akibat bencana banjir. Tiada jalan lain, hanya satu yakni Pemerintah harus fokus menyelesaikannya segera,” ujar Irwan. (Jun)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIMĀ