oleh

Kades Lakukan Aksi WO, Wabup Ancam Plt-kan

-Berita Pilihan-Dibaca : 11.370 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Sejumlah kepala desa yang hadir dalam acara rapat Coffe morning, meninggalkan rapat yang dipimpin Bupati Kutim Ismunandar, dan wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

Kades yang memilih sikap Walk Out (WO) atau meninggalkan ruang pertemuan karena tidak puas dengan penjelasan yang disampaikan oleh Sekda Kutim terkait kondisi keuangan daerah dan mekanisme  pencairan anggaran kurang salur ADD, sejumlah Kades yang mulai hilang kesabaran langsung bersuara lantang dan mengambil sikap WO dan keluar dari ruang pertemuan meranti.

Hal ini sempat membuat gaduh ruang pertemuan. Sikap ini sempat ditanggapi dengan sikap tegas dari Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang yang meminta para Kades untuk tetap bertahan di ruangan.

Kasmidi mengatakan, pertemuan bupati, wakil bupati, sekda kutim dengan kepala OPD Kutim bersama seluruh kades seKutim, untuk mencari solusi terbaik terkait pencairan ADD yang kurang salur tersebut.

“jika para Kades bersikap keras dan tidak mau berunding, maka sulit mencarikan jalan keluar terbaik atas permasalahan yang dihadapi saat ini. Sebab bukannya Pemkab Kutim tidak mau membayarkan kurang salur ADD tersebut, namun memang kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk membayarkan kurang salur tersebut,”terangnya.

Dikatakan Wabup Kasmidi, Kades merupakan perpanjangan tangan dari Pemkab Kutim. Jika Kades memilih melakukan mogok pelayanan maka yang rugi tidak hanya masyarakat, akan tetapi termasuk Pemkab Kutim sendiri.

“Jika para Kades memilih tidak mau melakukan pelayanan sementara masyarakat sangat membutuhkan pelayanan, maka tidak menutup kemungkinan para Kades tersebut akan di ganti atau di Plt-kan oleh Pemkab Kutim, agar roda pelayanan tetap bisa berjalan,”katanya. (wal)

News Feed