oleh

Pembaruan Alat Pemadam Jadi Prioritas Damkar Kutim

-Berita Pilihan, Ragam-Dibaca : 185 Kali

SANGATTA – Kebutuhan akan fasilitas penunjang mulai dari mobil pemadam, mobil water tank (penyuplai air), slang semprot, hingga penambahan jumlah anggota dilapangan, ternyata diakui menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dilengkapi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur.

Semakin berkembangnya jumlah penduduk dan padatnya pemukiman di Sangatta, jelas membutuhkan penambahan armada, fasilitas, hingga anggota regu dilapangan. Hal ini mau tidak mau menjadi prioritas agar segera dilakukan, agar memudahkan proses penanganan bencana kebakaran dan lain-lain.

Hal ini diakui Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Basrie didampingi Kasi Penyelamatan Kasmir menyebutkan, peralatan pemadam untuk saat ini dapat dikatakan kurang maksimal seiring masa waktu atau berjalannya waktu.

“Seperti slang pemadam banyak yang bocor, termasuk pula unit sudah kurang layak karena dimakan waktu. Untuk satu pos pemadam kebakaran dibutuhkan minimal 2 unit mobil pemadam termasuk 1 unit water tank. Jumlah anggota regu dari kita sendiri dalam tiap operasi, minimal ada 6 orang untuk dapat mencover ketika ada kejadian,” terangnya.

Termasuk dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengakui diperlukan unit-unit khusus dalam menangani kebakaran tersebut. Karena ada perbedaan fungsi terhadap unit untuk penanganan pemadaman bencana kebakaran pemukiman dan pemadaman bencana Kahutla.

Kejadian kebakaran saat api melalap bangunan warga di Sangatta Utara. (Sumber Foto: Damkar Kutim)

“Unit kita yang ada sekarang ini jelas beda fungsinya dengan unit yang dikhususkan dalam penanganan Karhutla, karena unit yang dimiliki sekarang untuk penanganan bencana kebakaran diwilayah pemukiman. Sementara pada saat ada Karhutla, unit yang ada tetap diturunkan untuk menanganinya pula. Kalau tetap dipaksakan, dikhawatirkan saat ada kebakaran di pemukiman unit tiba-tiba rusak. Jelas kewalahan kita,” terang Kasmir. (Arso)