oleh

Narasi Tunggal Jadi Titik Tumpuan Lanjut Inovasi Humpro Kutim

-Berita Pilihan, Ragam-Dibaca : 278 Kali

SANGATTA – Proyek Perubahan (Proper) Kepala Bagian Humas dan Protokol Imam Sujono Lutfi menjadi perhatian sebagaian besar wartawan cetak dan elektronik di Kutai Timur. Mengingat kajian yang dilakukan lelaki lulusan S1 Fisip Universitas Muhammadiyah Malang ini, berbicara mengenai Optimalisasi Peran Bagian Humas dan Protokol Sebagai Juru Bicara Pemerintah Daerah Melalui Narasi Tunggal.

“Ini adalah langkah bagaimana adanya penyatuan data hingga presepsi informasi, mengingat hal ini merupakan salah-satu perintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Bahwa infromasi lewat satu pintu, dan didukung pula oleh Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri terkait narasi tunggal ini,” ungkapnya saat ditanyai wartawan.

Humas dan Protokol sebagai juru bicara pemerintah baik itu di Kabupaten atau Kota, menurutnya harus mampu menyampaikan progres pembangunan maupun pencapaian yang dilakukan oleh pemerintah di daerah. Sehingga dalam Proper yang dibuatnya, hal ini diharapakan dapat teraplikasikan nantinya baik untuk Humpro Kutim, maupun Kabupaten/Kota lain di Kalimantan Timur.

Ditanya mengenai kesinambungan narasi tunggal, dan persiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia pada masa depan. Lelaki berkaca mata ini mengungkapkan bahwa semua pihak dalam hal ini kehumasan baik di level pusat hingga di daerah harus dapat berinovasi dengan luar biasa, mengikuti perkembangan jaman. Sehingga hal ini menjadi sebuah kewajiban, untuk dapat turut serta dalam mendukung kemajuan negara dan daerah.

“Ketika dulu tidak ada Juru Bicara (Jubir, red), sekarang tiba-tiba ada dan menjadi amat penting. Hingga bagaimana kemampuan kehumasan dalam membuat aplikasi terkait pelayanan masyarakat, berupa pemberian informasi terkini tentang beragama kemajuan maupun pelayanan terkini pada masyarakat. Semisal kedepan akan dibuat Kampung Jurnalis yang dibuat oleh pihak Humpro, maka itu salah-satu inovasi yang dilakukan dimana dulunya sulit diwujudkan,” terangnya lebih jauh. (Arso)