Berita PilihanKaltimWonderful Kutim

Kutai Wana Rally XIII Jadi Ajang Mengenalkan Terobosan Balai TNK

182
×

Kutai Wana Rally XIII Jadi Ajang Mengenalkan Terobosan Balai TNK

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Pelaksanaan Kutai Wana Rally (KWR) ke-XIII berlangsung meriah ditengah hujan deras yang melanda kawasan Taman Nasional Kutai, di Sangatta Kutai Timur pada Sabtu (9/11) pagi hingga berita ini diterbitkan siang ini. Antusiasme para peserta tidak surut, walau baju mereka basah dan dingin menyergap kulit para peserta KWR.

Kepala Balai Taman Nasional Kutai Nur Patria Kurniawan saat diwawancarai wartakutim.co.id menyebutkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke-13 kalinya dan telah disimulasikan dengan rangkaian HUT Kutai Timur ke-20. Harapannya kegiatan ini akan jadi agenda tahunan atau event tahunan dari daerah ini, untuk tema kegiatan sendiri, bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

“Temanya adalah Membangun Generasi Millenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Untuk Indonesia Unggul, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Dimana maskotnya untuk satwa ialah Myzomela Irianawidodoe, itu burung isap madu rote yang baru ditemukan oleh LIPI. Untuk puspanya ialah tanaman Castanopsis Argentea atau pohon saninten,” ungkap Nur Patria Kurniawan.

Kembali pada Kutai Wana Rally XIII, Nur menerangkan acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan TNK pada generasi millenial, dan menjadi aset berharga bagi seluruh penduduk di Kaltim maupun Kutim. Kalau dirinya sendiri hanya orang yang dititipin SK Tugas semata, namun TNK adalah milik semua elemen masyarakat yang peduli pada edukasi, konservasi, dan kreasi di Sangkima Jungle Park.

“Saat ini kami telah membuat ruang dari hasil kerjasama, dimana ada ruang untuk UMKM. Baik itu untuk pengerajin ukiran, manik-manik, dan barang-barang khas daerah bisa berjualan disini. Dan apa yang dilihat sekarang, baru 30 persen dari grand design yang dibuat. Nantinya ada Pujasera, Cottage, dan fasilitas pendukung lain,” ungkapnya penuh semangat.

Kepala Balai Taman Nasional Kutai Nur Patria Kurniawan

Bahkan pendapat dari kunjungan masyarakat ke TNK Kutim hingga periode awal November 2019, mencapai angka Rp. 200 juta lebih. Hal ini diluar ekspektasi pihak Balai TNK sendiri, yang menargetkan hingga akhir tahun 2019 dikisaran Rp. 180 juta. Ditanya soal mengenai konsep pengembangan TNK, jika dibandingkan dengan Taman Nasional Komodo, Bromo-Tengger, hingga Bunaken, dan lain-lainnya. Kepala Balai TNK menyebutkan bahwa ada perbedaan konsep mendasar dengan Taman Nasional Kutai.

“Memang dari awal untuk yang disebutkan tadi, berbeda dengan TNK. Mereka sudah memiliki sesuatu yang cantik dann bagus untuk dijual sebagai konsep pariwisata alam. Sementara untuk TNK kita dalam proses berhias diri, yakni harus ada manajemen habitat dan itu yang membedakan. Tetapi kita memiliki ekspektasi dan harapan besar, karena TNK memiliki Orangutan Morio yang merupakan orangutan khas Kaltim, yang berbeda dengan orangutan ditempat lain,”ungkapnya yakin. (Arso)