oleh

Canangkan Zona Integritas! Kejari Kutim Berhasil Sumbang 700 Juta Untuk Negara

SANGATTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Timur melakukan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Selasa pagi (14/1/2020) yang bertempat di kantor kejaksaan yang berada di wilayah Komplek Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Ismunandar, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Osben Alibos Naibaho, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Sangatta Rahmat Sanjaya, SH., MH. Serta perwakilan OPD dan seluruh tamu undangan lainnya.

Ditemui seusai acara, Kepala Kejaksaan Negeri Kutim Setyowati menyebutkan bahwa pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menpan dan RB Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

“Semoga kami keluarga besar Kejari Kutim dapat melaksanakan WBK dan WBBM tersebut, dengan tujuan publik yang bebas KKN. Sehingga dapat dijalankan dengan tertib dan amanah. Penerapan awal dimulai dengan penerapan tilang yang pembayarannya melalui rekening, semua sudah berjalan. Termasuk pula pengembalian barang bukti yang langsung pada pemiliknya,” ungkap Kajari Kutim saat diwawancarai.

Selama ini Kejari Kutim juga telah melaksanakan lelang barang rampasan, sudah terlaksana sebanyak 6 buah truck, 2 sepeda motor. Dimana bekerjasama dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, red), jadi lelang terbuka dan tertup berlangsung tanpa campur tangan Kejari Kutim.

Sehingga menurut Setyowati, pihaknya tidak mengetahui urusan lebih jauh terkait perihal lelang, adapun uang hasil lelang langsung di transfer ke rekening negara.

“Pada Desember lalu, tepatnya tanggal 20. Telah masuk uang ke kas negara dengan setoran dari kami sebanyak Rp 700 juta lebih. Insya Allah setelah ini kami akan menindaklanjuti lagi, sehingga barang-barang rampasan tidak berserakan di gudang. Baik itu hasil penipuan, kayu-kayu hasil ilegal logging, sepeda motor, truck,” ungkapnya lebih jauh.

Lebih jauh Kajari Kutim Setyowati menyebutkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, yakni antara awal atau pertengahan Februari 2020. Pihaknya akan mengajukan lagi hasil-hasil barang sitaan untuk dilelang kembali, melalui KPKNL.

“Yang terpenting barang-barang tersebut tidak membuat kantor Kejari Kutim jadi berantakkan,” ungkapnya sembari tersenyum. (Ima/Arso)

DOWNLOAD APLIKASI WARTAKUTIM

Kutim Zona Merah, Ini Kata Bupati Belum Usulkan PSBB Ke Pemprov Kaltim

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">