oleh

Tuntaskan Lima Program Unggulan Pemerintah

SANGATTA – Pembangunan di Ibukota Kabupaten Kutai Timur, dalam beberapa tahun terakhir mungkin dapat dinilai berjalan. Namun hal tersebut tentu tidak dapat dikatakan sudah berimbas besar pada masyarakatnya secara keseluruhann. Mengingat wajah Sangatta tidak saja berada di pinggiran jalan besar, pusat pemerintahan, dan juga taman-taman atau ruang terbuka hijau kota. Tetapi juga berada dalam wilayah gang-gang yang ada di seluruh Sangatta Utara, dengan fokus yang harusnya benar-benar diperhatikan oleh pemangku kebijakan.

Anggota DPRD Kutim dari Partai Demokrat Yulianus Palangiran menerangkan pembangunan di Kutim Timur tidak dapat dikatakan berjalan baik secara keseluruhan, mengingat masih banyak yang ketinggalan. Untuk itu dirinya sangat setuju jika prioritas pembangunan di pusat kota harus diperhatikan benar-benar.

“Kita sering mendengar harapan dari masyarakat, tentang bagaimana pemetaan kota ini dapat dipoles lebih baik dari infrastruktur hingga layanan pendidikan. Tidak perlu dibantah, kita semua bisa melihat dan merasakan langsung,” tegasnya.

Tentu semua berharap bagaimana perihal pembangunan secara keseluruhan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mantan Wakil Ketua DPRD Kutim ini menyebutkan, jangankan untuk membuat program pembangunan 10 tahun mendatang, 20 tahun mendatang, bahkan 30 tahun mendatang, Karena terancamnya laju pembangunan hari ini yang perlu ditinjau, agar ada skala prioritas pembangunan yang jelas dan terukur.

“Tentu ini adalah tugas kita bersama baik DPRD maupun Pemkab Kutim, saya kira ini amat penting. Karena terkait masalah pembangunan kita masih sangat ketinggalan dibandingkan daerah-daerah lain di Kalimantan Timur. Sementara dikatakan investasi dan nilai APBD kita tidak kalah besar jumlahnya dan mendukung,” ungkap Yulianus Palangiran.

Jika Kutai Timur dapat menjalankan program-program unggulan, tentu harus mengedepankan lima program unggulan secara bersungguh-sungguh. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, hingga listrik untuk masyarakat.

“Clear khan semua ini, tetapi apakah sudah? Khan tidak, ini yang menjadi persoalan. Musrenbang dengan skala prioritas terus dilakukan, namun tanpa itupun semua bisa dilihat didepan mata, apa yang kurang. Bagimana Kutim bisa cerdas dengan prestasi gemilang, bagaimana bisa dicapai jika proses belajar terganggu karena minimnya kelas dan berpindah-pindah,” tutupnya. (Adv)

News Feed