oleh

Sediakan Jasa Esek-esek, Warung Makan Sangatta-Bengalon Digrebek

-Berita Pilihan-Dibaca : 1.486 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – Modus praktik prostitusi berkedok warung makan atau warung kopi kini sudah menjamur diwilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Warung Bukit Pandang kilometer 16 Desa Singa Gembara Kecamatan Sangatta Utara, dan Warung kilometer 20 Desa Singa Gembara Kecamatan Sangatta Utara. Kedua warung ini ternyata menyediakan kamar untuk pemuas pria hidung belang.

Tak perlu menunggu lama bisnis esek-esek yang berkedok warung makan dan warung kopi itu di grebek Tim Macan Satreskrim Polres Kutim.

Petugas Satreskrim Polres Kutim berhasil mengamankan mucikarinya, yakni pemilik warkop KM 16, Muhajir (60) atau akrab disapa papi dan Moh Emaduddin (33) alias Baim sebagai pengelola prostitusi di KM 20.

Penggerebekan warung kopi yang ada esek-eseknya itu dilakukan Korps Bhayangkara saatSelasa (1/9/20) malam pukul 00.00 Wita.

Selain menjual makanan, minuman, warung kopi milik Papi dan Baim itu juga ada kamar untuk tempat esek-esek.
Petugas mendapati ada perempuan penghibur.

“Ada perempuan yang ditawarkan kepada pengunjung warung kopi, pengunjung yang datang diajak ngamar dan dikenai biaya,” sebut Kasatreskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf kepada awak media, Rabu (2/9/2020).

Barang bukti yang disita aparat kepolisian dari tersangka 00

Diketahui, tarif yang dipatok sang muncikari, adalah Rp 300 ribu untuk short time.

Bagi hasilnya, muncikari menerima Rp 50ribu dan perempuan penghibur dapat lebihnya.

“Setiap ada pelanggan, PSK ini wajib bayar fee Rp 50ribu sekali ngamar,” jelas Rauf.

Dikatakan Papi sudah hampir satu tahun menjalankan bisnis esek-esek itu. Kendati demikian, sang muncikari mengaku, penghasilannya tidak menentu.

“Penghasilan tidak menentu, ini juga dilakukan karna untuk tambahan kebutuhan ekonomi,” aku Papi.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti (BB) berupa, uang tunai Rp.4,5 juta uang hasil nemani tamu makan, kopi, minum bir, karaoke dan hasil prostitusi, uang tunai Rp. 300 ribu, uang kertas Rp.50 uang fee kegiatan prostitusi, 10 buah kondom, satu buah handphone, dan buku catatan fee dari PSK.

Sementara temuan barang bukti di lokasi kedua yakni, uang tunai Rp. 300 ribu hasil melayani sex tamu, uang tunai Rp. 50 ribu hasil prostitusi, dan satu buah handphone.

“Semua barang bukti kita amankan, termasuk mucikari sudah ditahan sementara para ladiesnya berstatus sebagai saksi dan akan dipulangkan. Dan untuk tempatnya hanya praktik esek-esek nya yang ditutup namun untuk warung makan dan kopi tetap beroperasi,” pungkasnya. (Bian)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIM