Batching Plant! Syarat Kontraktor Garap Proyek Multiyears di Kutim

Wartakutim.co.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengejar pembangunan fisik dalam waktu dua tahun kedepan, dengan menggunakan anggaran dari APBD Murni, APBD Perubahan 2023 serta APBD Murni di 2024 mendatang.

Dengan itu pemerintah tidak mau kecolongan atas kesiapan para kontraktor yang hendak melibatkan diri dalam penggarapan proyek multiyears dengan nilai total Rp 1,2 triliun. Sehingga Wakil Bupati Kasmidi Bulang mewajibkan kontraktor memiliki Batching Plant, sebagai syarat wajib untuk dapat terlibat dalam proyek pembangunan di daerah ini.

“Artinya kita mau melihat kesiapan mereka dari segi finansial kemudian kesiapan mereka dari dukungan material. Apalagi kegiatan kita ini cukup banyak. Pelaksanaan kegiatan multiyears ini kita menyediakan waktu sekitar dua tahun saja, dan anggarannya cuman tiga kali dikeluarkan,” jelas Kasmidi Bulang pada Selasa (10/1/2023) siang.

Perlu pembaca ketahui, batching plant sendiri merupakan lokasi dengan peralatan yang digunakan untuk memproduksi beton ready mix atau beton siap pakai dengan kualitas yang unggul dan siap pakai.

Diterangkan Kasmidi dalam tiga termin tersebut, terdapat 24 kegiatan yang digarap untuk memenuhi pembangunan yang bermanfaat besar bagi masyarakat di Kutim. Meliputi pembangunan jalan, jembatan, pasar, rumah ibadah, hingga penyelesaian pembangunan pelabuhan Kudungga Sangatta.

“Kita mengacu pada pengalaman setiap pergantian kepemimpinan di Pemerintahan. Kan ada program multiyears yang diperbolehkan sesuai dengan masa jabatan Bupati terpilih. Hampir semua kegiatan tahun jamak itu kadang-kadang tidak selesai, contoh pada masa Bupati Ismunandar. Hal itu tentu menjadi refrensi kita dalam pelaksanaan kegiatan multiyears,” jelas Wabup. (Imr)