SANGATTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terhadap akses pendidikan yang terjangkau terus diperkuat melalui penyaluran Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berjalan baik dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyon, memastikan bahwa seluruh penyaluran dana BOS di berbagai satuan pendidikan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.
Mulyon menjelaskan bahwa dana operasional bagi sekolah di Kutim terbagi menjadi dua sumber utama, yaitu BOS Pusat (BOS P) dari APBN dan BOS Daerah (BOSDA) dari APBD. Kedua jenis bantuan ini berfungsi vital dalam mendukung operasional harian sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara maksimal tanpa kendala biaya.
“Kebijakan BOS di Kutai Timur sudah berjalan lama dan terus kita tingkatkan. Alhamdulillah, tahun ini penyaluran berjalan lancar,” ujarnya.
Cakupan penerima dana BOS di Kutim juga semakin diperluas. Mulyon memaparkan bahwa tidak hanya sekolah negeri dan swasta di tingkat SMP yang menerima dana ini, tetapi sejak tahun sebelumnya, madrasah atau sekolah Islam juga mendapatkan bantuan serupa. Bahkan, mulai tahun ajaran ini, dukungan dana BOS telah menjangkau unit PAUD dan kelompok bermain, memperluas jaring pengaman pendidikan di daerah tersebut.
Penggunaan dana BOS ini difokuskan untuk membiayai kebutuhan operasional penting sekolah, termasuk tagihan rutin seperti listrik, air, dan kebersihan. Selain itu, dana ini juga dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia di sekolah serta mendukung berbagai kegiatan penunjang pembelajaran siswa.
Dengan adanya program BOS yang komprehensif ini, seluruh sekolah di Kutai Timur kini telah menghapus pungutan biaya SPP kepada siswa. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Kutim.
“Sekolah sudah gratis, tapi tetap berjalan dengan baik berkat dana BOS ini,” kata Mulyon menegaskan. (Adv/Kominfo)












