Kutai Timur – Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis membawa tantangan baru, terutama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja. Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja masih menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada produktivitas dan keberlangsungan perusahaan.
Menyadari hal tersebut, PT Sumber Kharisma Persada (SKP) dan PT Cipta Narada Lestari (CNL), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, menggelar Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 pada Senin (16/02) di area operasional perusahaan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif. Peringatan Bulan K3 juga bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang menjadi dasar penerapan K3 di Indonesia.
Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema dari Kementerian Ketenagakerjaan, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Sementara itu, subtema Astra Agro adalah “Memperkuat Transformasi Perilaku Berbasis Keselamatan dan Kesehatan Melalui Keterlibatan Pemimpin dalam Membentuk Budaya Keselamatan dan Kesehatan Produktif.”
Tema tersebut menegaskan bahwa pimpinan di setiap lini memiliki peran sentral dalam memastikan lingkungan kerja tetap aman dan sistem keselamatan dijalankan secara konsisten.
Komitmen terhadap keselamatan kerja ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan tugasnya.
“Untuk itu, pekerja atau tenaga kerja di perusahaan wajib mendapatkan perlindungan keselamatan, yakni berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan rutinitasnya masing-masing,” pesannya saat menjadi Inspektur Upacara Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.
Manajemen PT SKP dan PT CNL, Ricky Oktavianus, dalam amanatnya menegaskan bahwa penerapan K3 menjadi faktor penting bagi kelangsungan perusahaan, selain produktivitas.
“Penerapan K3 menjadi faktor yang tidak kalah penting dari produktivitas. Saat ini, keselamatan telah menjadi prioritas utama yang harus dijalankan oleh seluruh karyawan Astra Agro Lestari. Tanpa kepedulian pimpinan untuk memastikan timnya bekerja dengan aman, risiko kecelakaan akan selalu ada. Produktivitas tidak lebih berharga dari sebuah nyawa,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi karyawan sangat penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja modern, seperti digitalisasi industri, perubahan sektor energi, serta munculnya risiko kerja baru yang harus ditangani secara profesional dan kolaboratif.
Edukasi dan Simulasi Kesiapsiagaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Bulan K3 Nasional yang diikuti seluruh administrasi kantor, mandor satu, staf, serta karyawan PT SKP dan PT CNL. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
Sebagai bagian dari edukasi dan kampanye keselamatan, perusahaan juga menyerahkan hadiah lomba vlog Bulan K3 untuk kategori karyawan dan keluarga. Kegiatan ini menjadi sarana kreatif untuk menyebarkan pesan keselamatan, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di rumah bersama keluarga.
Selanjutnya, dilakukan simulasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) jenis powder. Kegiatan diawali dengan penjelasan teori segitiga api serta perbedaan penanganan api kecil dan api besar, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh seluruh peserta apel.
Kegiatan ditutup dengan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dengan studi kasus patah tangan, sebagai upaya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, PT SKP dan PT CNL menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan keterlibatan aktif pimpinan dan seluruh karyawan, perusahaan optimistis mampu menekan angka kecelakaan kerja sekaligus menjaga operasional tetap berjalan aman dan bertanggung jawab.












