Berita

Sesthy Bumbungan Dorong Kadin Kutim Jadi Motor Ekonomi Inklusif dan Berdaya Saing

347
×

Sesthy Bumbungan Dorong Kadin Kutim Jadi Motor Ekonomi Inklusif dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Timur, Sesthy Bumbungan, resmi mengembalikan formulir pendaftaran kepada Organizing Committee (OC) pada Kamis, 29 April 2026, yang merupakan batas akhir pengembalian berkas.

“Kami bersama tim sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke OC pada 29 April kemarin, dan itu merupakan batas akhir pengembalian formulir,” ujar Sesthy saat dikonfirmasi media.

Dalam pencalonannya, Sesthy mengusung visi menjadikan Kadin Kutai Timur sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi sektor unggulan serta penguatan sinergi lintas sektor.

“Terwujudnya Kadin Kutai Timur sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui optimalisasi seluruh sektor unggulan serta penguatan sinergi lintas sektor,” ungkapnya.

Sesthy menjelaskan, sektor-sektor seperti pertambangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan akan menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin mendorong pemanfaatan maksimal dan berkelanjutan pada sektor unggulan Kutai Timur sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berkomitmen memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih tangguh dan kompetitif.

“Pengembangan UMKM akan dilakukan melalui pelatihan, digitalisasi usaha, serta perluasan jaringan pasar, baik lokal maupun nasional,” katanya.

Sesthy menambahkan, Kadin Kutai Timur harus mampu menjadi jembatan strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kadin harus menjadi wadah strategis dalam menjembatani hubungan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya guna menciptakan iklim usaha yang kondusif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kadin berfungsi sebagai mitra pemerintah untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan pelaku usaha,” ucapnya.

Di sisi lain, Sesthy menekankan pentingnya pemberdayaan pengusaha lokal melalui akses permodalan, pelatihan, dan kemitraan dengan pelaku usaha besar.

“Kami akan memfasilitasi akses permodalan, meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan digitalisasi, serta menjembatani kemitraan antara pengusaha besar dan lokal,” jelasnya.

Terkait optimalisasi potensi daerah, ia juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan agar pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton.

“Pengusaha lokal harus terlibat aktif dalam rantai pasok industri, bukan hanya menjadi penonton,” tegas Sesthy.

Selain program eksternal, ia juga menaruh perhatian pada reformasi internal organisasi Kadin, termasuk peningkatan tata kelola yang lebih transparan dan inklusif.

“Kami ingin meningkatkan marwah Kadin melalui tata kelola organisasi yang lebih baik, termasuk penataan administrasi, keanggotaan, dan penguatan bidang kerja,” ujarnya.

Sesthy juga menekankan pentingnya penguatan jejaring antar asosiasi sektoral di bawah naungan Kadin serta peran advokasi kebijakan ekonomi.

“Kadin harus menjadi suara bagi para pengusaha dalam memberikan masukan terkait regulasi, pajak, hingga perizinan,” katanya.

Sebagai penunjang kinerja organisasi, ia turut mendorong pembangunan sekretariat Kadin yang representatif.

“Kami ingin mewujudkan kantor sekretariat Kadin yang representatif sebagai pusat diskusi, advokasi, dan informasi bagi pelaku usaha,” pungkasnya. (Ia)