Berita Pilihan

38 Kader Koperasi Dibekali Ilmu Manajemen Keuangan

94
×

38 Kader Koperasi Dibekali Ilmu Manajemen Keuangan

Sebarkan artikel ini
Aisyah HDSANGATTA-  Sebanyak 38 kader koperasi se-Kutim mendapat pembekalan ilmu manajemen keuangan dari  Direktur Eksekutif Badan Akreditasi Koperasi Jawa Barat Andang Karidiwidjaja selama 4 hari, yakni 27-30 Agustus dilangsungkan di Aula Hotel MS, Sangatta Utara yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemkab Kutim.
Dalam sambutan pembuka, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aisyah HD menyatakan secara kuantitas koperasi di daerah yang beranjak usia 14 tahun, tiap tahunnya mengalami pertambahan pesat. Namun secara kualitas koperasi di Kutim masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UKM selaku lembaga teknis yang lebih berkompeten untuk mengurus perkoperasian  melakukan kegiatan peningkatan mutu manajemen keuangan koperasi dengan mengikutkan  puluhan kader koperasi. Agar kader koperasi selaku perpanjangan tangan Dinas Koperasi dan UKM  mampu bekerja profesional di lapangan dalam memberi pelayanan dan pembinaan terhadap pengurus, anggota koperasi maupun terhadap pelaku UKM. Utamanya mengenai regulasi baru, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian Indonesia.
Setelah mengikuti pelatihan seksama, maka para kader koperasi diharapkan selama melaksanakan tugas menjadi konsultan usaha serta menularkan ilmu manajemen keuangan, sistim laporan keuangan kepada masyarakat. Mengingat animo masyarakat untuk meningkatkan tarap hidup melalui usaha koperasi terbilang tinggi, maka pemerintah senantiasa mendorong adanya pendayagunaan pengelolaan, pelayanan, permodalan, keterampilan dan pengawasan agar  Badan Usaha Koperasi dapat dikelola secara efisien, profesional sesuai jati dirinya. Yaitu, memajukan koperasi demi meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.
Apalagi koperasi dan usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini lanjut Aisyah, merupakan  bagian kekuatan ekonomi nasional yang digeluti sebagian besar masyarakat Indonesia, yang memiliki kedudukan, peran, dan potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian yang semakin berimbang, berkembang dan berkeadilan. Wilayah Kutim yang dianugrahi Tuhan potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sudah sepatutnya kelola tangan-tangan profesional untuk dijadikan sebagai kekuatan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (kmf2)